20 Komoditas Ekspor Indonesia yang Paling Dicari

20 Komoditas Ekspor Indonesia yang Paling Dicari

Komoditas ekspor Indonesia di pasar internasional ini wajib untuk kamu ketahui. Sebagaimana diketahui, Indonesia  saat ini menjadi salah satu jajaran negara eksportir yang cukup besar di kancah dunia. Oleh karena itu, komoditas ekspor Indonesia ini sangat penting untuk disimak lebih mendalam.

Perkembangan tren perdagangan ekspor Indonesia tentu saja salah satunya disebabkan oleh adanya beberapa komoditas atau produk yang bervariatif serta memiliki daya saing, baik dari segi kualitas maupun harganya dan juga menjadi komoditas andalan bagi ekspor Indonesia ke mancanegara.

Ekspor Merupakan salah satu kegiatan yang menjadi faktor penentu perekonomian setiap negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, dengan melakukan ekspor maka pendapatan negara dapat bertambah melalui devisa.

Manfaat lainnya dari ekspor adalah dapat mendorong berkembangnya kegiatan industri, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian rakyat. Untuk itu, kita perlu mempelajari tentang ekspor dan pertukaran barang mulai dari segi peraturan atau regulasi di kepabeanan, shipping maupun perbankan.

Bagi para calon eksportir sukses masa depan, tentunya penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja komoditas ekspor Indonesia yang utama. Berikut ini Mister Exportir sajikan informasinya.

Baca Juga : Cara Mengekspor Barang ke Luar Negeri

15 Komoditas Primadona Ekspor Indonesia

1. Textile and Product Textile

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia merupakan salah satu industri yang memiliki prospek cukup cerah. Selain itu, Industri TPT merupakan salah satu industri yang mendapat prioritas untuk dikembangkan di dalam negeri.

Hal ini karena kontribusi yang dihasilkan dari industri TPT sangat signifikan bagi perekonomian nasional, terutama sesuai dalam rancangan peta jalan Making Indonesia 4.0. Selain itu, industri TPT juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar dan diandalkan sebagai industri yang berguna untuk memenuhi kebutuhan sandang nasional.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, kontribusi industri TPT terhadap PDB sektor manufaktur sebesar 6,08 persen pada kuartal III tahun 2021. Sementara itu, pertumbuhan industri TPT secara kuartalan juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 4,27 persen apabila dibandingkan kuartal II-2021 sebesar 0,48 persen.

Ekspor TPT pada periode Januari – Oktober 2021 tercatat sebesar USD10,52 miliar dan nilai investasinya tercatat sebesar Rp 5,06 triliun.

Selain itu, berdasarkan data riset Mister Exportir, untuk pangsa pasar ekspor Textile dan Produk Textile atau sejenisnya diekspor ke beberapa negara tujuan di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Turki, Korea Selatan, Inggris, Tiongkok, dan Malaysia. (data: 2015–2017).

Textile dan Produk Textile - Mister Exportir
Textile dan Produk Textile – Mister Exportir

2. Elektronik

Selain Industri TPT, ternyata salah satu produk unggulan ekspor Indonesia adalah Produk Elektronik. Bahkan, industri elektronik ini juga mendapat prioritas pengembangan dalam program pemerintah peta jalan Making Indonesia 4.0 lho.

Industri elektronika khususnya untuk kebutuhan rumah tangga (produk household) saat ini menunjukkan kinerja yang positif, khususnya dari segi ekspor. Pada Januari-September 2021, nilai ekspor produk household tercatat mencapai USD1,8 miliar atau naik 98% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada periode Januari-Oktober 2021, sektor industri tercatat menyumbang kontribusi ekspor sebesar 77,16% yang bernilai sekitar USD143,76 miliar dari total ekspor nasional.

Beberapa negara utama tujuan ekspor produk elektronik Indonesia di antaranya Singapura, Filipina, dan Malaysia.

Produk Elektronik - Mister Exportir
Produk Elektronik – Mister Exportir

3. Karet dan Produk Karet

Indonesia dikenal sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand dengan jumlah ekspor yang fantastis. Hal ini disebabkan karena otal konsumsi produk karet nasional cenderung lebih rendah sehingga karet yang dihasilkan lebih besar dikirim untuk kebutuhan ekspor.

Ekspor karet alam Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa
utama di Asia. Pada tahun 2020, lima besar negara pengimpor karet alam Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, dan Korea dengan total volume pengiriman mencapai 2,28 juta ton senilai USD3,01 milyar.

Beberapa daerah penghasil karet terbesar di Indonesia berasal dari Aceh, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Konsumsi karet domestik kebanyakan diserap oleh industri-industri manufaktur Indonesia, terutama sektor otomotif.

Karet dan Produk Karet - Mister Exportir
Karet dan Produk Karet – Mister Exportir

4. Sawit dan Turunannya

Kelapa sawit dan produk turunannya memang sudah tak asing lagi sejak lama menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia ke seluruh dunia. Hal ini tidak lepas dari besarnya kekayaan alam Indonesia sebagai negara tropis yang menjadi tempat ideal tumbuhnya pohon kelapa sawit seta luasnya perkebunan komoditas tersebut.

Produksi minyak sawit (CPO) dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini secara total menghasilkan sekitar 85-90% dari total produksi minyak sawit dunia.

Pada 2021, nilai ekspor komoditas sawit Indonesia mencapai yang tertinggi sepanjang sejarah negara kita. Secara keseluruhan, ekspor produk kelapa sawit pada periode Januari-Oktober mencapai 28,89 juta ton dengan nilai mencapai USD29,528 miliar (Rp419,3 triliun).

Industri perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit adalah industri utama (key of resource) bagi perekonomian Indonesia. Ekspor minyak kelapa sawit adalah salah satu sektor penghasil devisa yang paling besar dan paling penting serta industri ini memberikan kesempatan lowongan kerja bagi jutaan orang Indonesia.

Hampir 70% perkebunan kelapa sawit terletak di Sumatra dan juga berada di pulau Kalimantan. Sementara itu, negara tujuan ekspor produk sawit dan turunannya di antaranya Rusia, Jepang, Tiongkok, Bangladesh, India, Pakistan, dan Singapura.

 Sawit dan Produk Turunannya - Mister Exportir
Sawit dan Produk Turunannya – Mister Exportir

5. Produk Hasil Hutan

Komoditas unggulan ekspor Indonesia selanjutnya adalah produk hasil kehutanan yang merupakan salah satu kontributor terhadap pendapatan negara. Pada kuartal ketiga tahun 2021, sektor kehutanan menyumbang 3,51% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, nilai ekspor produk industri kehutanan pada kuartal ketiga tahun 2021 tumbuh sebesar 20,55% dan pada kuartal keempat tahun 2021 meningkat sebesar 25,37% dibandingkan tahun sebelumnya.

Keanekaragaman produk furnitur dan kerajinan Indonesia memiliki keunggulan baik dari segi desain yang unik maupun legalitasnya karena dilengkapi dengan sertifikasi environmental-friendly and trade sustainability. Salah satu sertifikat penting yang perlu dimiliki oleh para eksportir produk kayu adalah sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) atau V-legal kayu.

Beberapa negara tujuan ekspor produk hasil kehutanan atau yang berbahan dasar kayu Indonesia di antaranya Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, Libya, Qatar, Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat.

Produk Hasil Hutan - Mister Exportir
Produk Hasil Hutan – Mister Exportir

6. Alas Kaki

Produk alas kaki Indonesia rupanya sudah sangat terkenal di pasar internasional dan memiliki tingkat permintaan yang tinggi dari beberapa negara. Bahkan tercatat bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara eksportir alas kaki terbesar di dunia.

Pada periode Januari–November 2021, kinerja ekspor alas kaki Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 27,3 persen dengan nilai mencapai USD5,52 miliar yang didominasi oleh sepatu olah raga sebesar 69,52 persen. Sementara itu, negara tujuan ekspor produk alas kaki Indonesia yang terbesar di antaranya Amerika Serikat, Belgia, dan Tiongkok.

Oleh karena itu, sektor ini merupakan aset penting untuk industri manufaktur Indonesia. Selain menghasilkan devisa, industri alas kaki juga menyediakan lapangan kerja bagi banyak orang.

Alas Kaki - Mister Exportir
Alas Kaki – Mister Exportir

7. Otomotif

Industri otomotif Indonesia telah lama menjadi salah satu pilar penting dalam sektor manufaktur nasional karena banyak perusahaan mobil terkemuka di dunia membuka (kembali) pabrik-pabrik atau meningkatkan kapasitas produksinya di negara kita.

Tidak hanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, rupanya produk otomotif Indonesia ini juga diekspor ke luar negeri, dengan yang terbesar dikirim ke wilayah Asia Tenggara.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor CBU (mobil utuh buatan dalam negeri) sepanjang 2021 mencapai angka 294.639 unit. Jumlah ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencatat jumlah ekspor sebanyak 62.464 unit.

Selain produk kendaraan utuh, produk otomotif lainnya seperti kendaraan dalam bentuk terurai dan produk komponen otomotif juga mencatatkan peningkatan yang signifikan di tahun 2021.

Indonesia memiliki industri manufaktur mobil terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Thailand. Beberapa negara tujuan ekspor komoditas ini di antaranya Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Inggris, Belanda, Italia, dan Jepang.

Industri Otomotif - Mister Exportir
Industri Otomotif – Mister Exportir

8. Udang atau Lobster

Hasil alam Indonesia selalu memberikan kontribusi yang sangat positif bagi perekonomian nasional, termasuk dari sektor perikanan. Dua komoditas unggulan ekspor Indonesia dari sektor ini adalah udang dan lobster.

Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara eksportir produk udang terbesar di ASEAN dan kualitasnya dikenal yang terbaik di dunia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor udang budidaya Indonesia mencapai 5,33 juta kilogram pada periode Januari hingga November 2021 dengan nilai mencapai USD36,75 juta. Sementara itu, negara tujuan ekspor udang asal Indonesia yang terbesar di antaranya Singapura, Malaysia, Tiongkok, Hongkong, dan Korea Selatan.

Selain udang, lobster Indonesia juga banyak diminati di pasar luar negeri. Pada 2020, volume ekspor lobster Indonia sebanyak 2,1 ribu ton dengan nilai mencapai USD75,8 juta. Negara tujuan utama ekspor lobster Indonesia ini di antaranya Taiwan, Tiongkok, Hongkong, Singapura, dan Australia.

Udang atau Lobster - Mister Exportir
Udang atau Lobster – Mister Exportir

9. Kakao

Indonesia menyimpan kekayaan alam luar biasa yang dapat terlihat dari melimpahnya produksi kakao di negara ini. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat bahwa Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia pada tahun 2020 dengan jumlah produksi mencapai 740 ribu ton dalam setahun.

Sektor kakao Indonesia mengalami pertumbuhan yang besar hingga saat ini, didorong oleh ekspansi yang cepat dari partisipasi petani-petani kecil yang berkontribusi sebagian besar dari produksi nasional. Tercatat ada sekitar 1,6 juta hektar perkebunan kakao yang tersebar di seuluruh Indonesia.

Menurut catatan Kementerian Perindustrian, capaian nilai ekspor produk kakao olahan Indonesia pada tahun 2020 mencapai USD1,12 miliar. Jumlah ini naik dibanding tahun 2020 yang mencapai USD1,01 miliar. Produk kakao olahan yang diekspor tersebut di antaranya berbentuk liquorbutter, bubuk, dan cake.

Adapun negara tujuan utama ekspor kakao olahan Indonesia, di antaranya Amerika Serikat, Belanda, India, Jerman dan Tiongkok.

Kakao - Mister Exportir
Kakao – Mister Exportir

10. Kopi

Salah satu hasil perkebunan Indonesia yang menakjubkan lainnya adalah kopi. Indonesia sudah lama mendapatkan predikat sebagai salah satu produsen dan eksportir kopi terbesar di dunia dengan kualitas produk kopinya yang diakui terbaik oleh banyak negara lain.

FAO mencatat produksi kopi Indonesia sepanjang tahun 2020 mencapai 773 ribu ton. Sementara itu, pada 2021 produksi kopi Indonesia mencapai 765 ribu ton.

Kinerja ekspor kopi Indonesia masih terbilang fantastis dan mengalami peningkatan menjadi sebanyak 375.555 ton pada 2020 dengan nilai transaksi mencapai USD808 ribu.

Selain jumlah produksinya yang banyak, Indonesia sendiri dikenal memiliki beberapa jenis kopi. Utamanya adalah varietas Arabika dan Robusta. Indonesia juga terkenal karena memiliki sejumlah kopi khusus seperti kopi luwak yang dikenal sebagai kopi yang paling mahal di dunia.

Hingga saat ini, perkebunan kopi Indonesia mencakup total wilayah kira-kira 1,4 juta hektar, dengan sekitar 873 ribu hektar perkebunan robusta dan selebihnya adalah perkebunan arabika serta penangkaran Luwak seperti di dataran tinggi Gayo.

Adapun beberapa negara tujuan ekspor kopi yang berasal dari Indonesia di antaranya Malaysia, Singapura, Al-jazair, Dubai, Qatar, Jerman, Belanda, Mesir, dan negara lainnya.

Kopi Indonesia
Kopi Indonesia

11. Kulit dan Produk Kulit

Salah satu komoditas unggulan ekspor yang datang dari sektor nonmigas adalah kulit dan produk kulit, yang berkontribusi cukup besar bagi pendapatan negara Indonesia.

Seperti yanng diketahui bahwa tidak selamanya Indonesia bisa mengekspor produk pertambangan dan perminyakan, salah satu komoditas yang dapat dikembangkan dan diandalkan dalam ekspor adalah produk kulit. Pembudidayaan aneka produk berbahan kulit ternyata dapat memberikan kontribusi yang sangat baik bagi perekonomian negara.

Produk turunan kulit dengan kualitas yang tinggi dan memiliki nilai jual yang lebih ekonomis di antaranya tas selempang, dan jaket kulit. Produk-produk ini telah diminati oleh pasar Eropa seperti Italia, Swiss, Jerman, Belanda, serta Amerika Serikat, dan Singapura.

Nilai transaksi dari penjualan produk kulit ini melesat hampir USD25 juta per tahunnya. Bahkan pada tahun 2019, nilai ekspor komoditas ini mampu menembus hingga USD5,12 miliar.

Produk Kulit - Mister Exportir
Produk Kulit – Mister Exportir

12. Ikan dan Produk Perikanan

Sebagai negara maritim dan salah satu yang memiliki laut dengan jumlah luas terbesar di dunia, tentunya Indonesia menghasilkan produk perikanan yang besar dan sangat membanggakan di pasar ekspor.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu jajaran negara produsen ikan dan eksportir produk perikanan terbesar di dunia. Indonesia juga dikenal memiliki ikan-ikan dengan kualitas terbaik di dunia baik dari hasil tangkapan laut maupun hasil budidaya.

Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) mencatat sepanjang periode Januari – Oktober 2021 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD4,56 miliar atau naik 6,6% dibanding periode yang sama tahun 2020. Jumlah tersebut dihasilkan dari komoditas ekspor utama yakni Udang (40%), Tuna-Cakalang-Tongkol (13%), Rajungan-Kepiting (11%), Cumi-Sotong-Gurita (10%), dan Rumput Laut (6%).

Sementara itu, negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia di antaranya Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, negara-negara ASEAN, dan Uni Eropa (6%).

Indonesia juga saat ini sudah dapat mengekspor produk ikan kaleng seperti sardines, tuna kaleng, dan abon ikan. Dengan demikian, tentu sektor perikanan memiliki kontribusi yang sangat besar bagi penyerapan tenaga kerja dan penyumbang devisa negara.

Ikan dan Produk Perikanan - Mister Exportir
Ikan dan Produk Perikanan – Mister Exportir

13. Batu Bara (Thermal Coal / Antrachite Coal)

Komoditas ekspor satu ini sudah tidak diragukan lagi menjadi salah satu unggulan yang punya peran sangat penting bagi Indonesia. Tidak hanya untuk negara kita, komoditas bartu bara Indonesia ini juga sangat penting bagi banyak negara lain yang menggantungkan kebutuhannya dari impor.

Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan batu bara terbesar dan memiliki kualitas terbaik di dunia. Batu bara Indonesia ini diekspor ke negara berbagai kawasan, termasuk ASEAN.

Pada tahun 2020, produksi batu bara nasional tercatat mencapai 563,73 juta ton dengan total ekspor sebanyak 405,05 juta ton.

Di Indonesia sendiri saat ini sangat banyak perusahaan atau industri pertambangan batu bara baik milik swasta maupun milik BUMN yang tersebar di berbagai daerah, utamanya di Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Mayoritas perusahaan tambang batu bara ini telah mengekspor produk hasil tambangnya ke berbagai negara dengan berbagai aneka Gross Kalori GCV / GAR atau Net Kalori.

Beberapa negara tujuan ekspor komoditas batu bara Indonesia yang terbesar di antaranya Tiongkok, India, Filipina, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, dan Taiwan.

Batu Bara - Mister Exportir
Batu Bara – Mister Exportir

14. Minyak Atsiri

Komoditas minyak atsiri atau dikenal luas secara internasional dengan nama essential oil merupakan jenis minyak yang dihasilkan dari berbagai sumber, salah satunya dari tanaman herbal. Sebagai negara yang dianugerahi banyak jenis tanaman, Indonesia juga tak ketinggalan menghasilkan minyak atsiri yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri.

Tidak hanya sebatas itu saja, ternyata Indonesia juga menjadi salah satu penghasil minyak atsiri terbesar di dunia dengan kualitas yang diakui sebagai salah satu yang terbaik. Salah satu produk minyak atsiri Indonesia yang paling dikenal adalah minyak nilam.

Minyak ini terbuat dari tanaman nilam yang sangat banyak tersebar di wilayah Aceh dan Yogyakarta yang ternyata sangat diburu oleh pasar Eropa. Salah satunya Negara Prancis yang menjadi negara industri minyak wangi kelas dunia.

Pada periode Januari hingga April 2021, nilai ekspor minyak atsiri Indonesia tercatat sebesar USD83,9 juta dengan pertumbuhan sebesar 15,5% yoy.

Beberapa jenis komoditas minyak atsiri yang utama dan terbesar diekspor di antaranya minyak atsiri berbasis rempah (dari serai, pala, kayu manis, jahem kapulaga, adas, dan cendana), diikuti oleh air distilasi dari essential oil, minyak atsiri dari citrus, dan minyak atsiri dari mint.

Sektor minyak atsiri merupakan komoditas unggulan yang memiliki prospek cerah. Beberapa negara tujuan ekspor komoditas ini di antaranya Italia, Jerman, Belgia, Swedia, dan Hongkong.

Di negara tujuan, minyak atsiri Indonesia digunakan sebagai bahan baku industri yang memegang peran sangat penting, terutama dalam pembuatan parfum, produk rumah tangga, dan produk farmasi.

Minyak Atsiri - Mister Exportir
Minyak Atsiri – Mister Exportir

15. Kayu Manis (Cinnamon)

Produk kayu manis Indonesia memang sudah sejak lama wara-wiri di pasar ekspor ke berbagai negara. Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi produsen dan eksportir utama kayu manis dunia dengan pangsa pasar sebanyak 35 persen.

Selain jumlah produksi dan ekspornya yang besar, Indonesia juga dikenal menghasilkan produk kayu manis yang memiliki kualitas prima dibandingkan negara lainnya.

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 150 ribu hektar persegi luas area untuk lahan pohon kayu manis yang tersebar di banyak wilayah. Penanaman kayu manis paling besar di Indonesia terdapat di Provinsi Sumatra Barat dan Jambi yang menyumbang sekitar 80% dari total produksi kayu manis Indonesia.

Satu hal menarik yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia adalah kebutuhan kayu manis dunia tercatat berdasarkan data yaitu rata-rata sekitar 100,000 metrik ton per tahunnya. Luar biasa bukan?

Nah, beberapa negara yang mengimpor kayu manis asal Indonesia ini di antaranya Amerika serikat, Singapura, Dubai dan Malaysia. Dengan demikian, kita harus meningkatkan lagi pangsa pasar untuk komoditi primadona Indonesia yang satu ini.

Kayu Manis - Mister Exportir
Kayu Manis – Mister Exportir

5 Komoditas Potensial Indonesia di Pasar Ekspor

Berikut ini daftar 5 komoditas potensial yang dimiliki oleh Indonesia dan memiliki prospek menjanjikan di pasar ekspor.

1. Kerajinan

Produk kerajinan asal Indonesia kini mulai dilirik di pasar Internasional. Mulai dari barang-barang annyaman bambu, rotan, hingga bahan limbah kini mulai merambah ke pasar ekspor.

Tidak hanya produk kerajinan yang memiliki fungsi saja seperti tas, sepatu, atau produk rumah tangga, tetapi produk kerajinan seni juga mulai diminati. Salah satunya ada produk hiasan yang berasal dari kerajinan tangan para pengrajin Indonesia yang dikirim ke berbagai negara.

Sektor kerajinan di Indonesia sendiri telah lama menjadi salah satu unggulan para pengrajin daerah dan usaha kecil (UMKM). Bahkan menurut Kementerian Perindustrian, industri kerajinan berperan cukup dominan bagi perekonomian masyarakat Indonesia, yaitu mencapai lebih dari 700 ribu unit usaha, dan menyerap tenaga kerja hingga 1,32 juta orang.

Tidak hanya diminati di pasar dalam negeri, saat ini produk kerajinan Indonesia juga mulai menembus pasar ekspor berbagai negara. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat ekspor produk kerajinan Indonesia pada periode Januari-September 2021 mencapai USD78,64 juta.

Adapun, negara tujuan ekspor komoditas ini di antaranya adalah Australia, Jepang, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Nigeria, Afrika Selatan, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis.

2. Obat Herbal

Obat-obatan herbal saat ini mulai mengalami peningkatan permintaan di pasar dunia. Hal ini sejalan dipicu oleh pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat seluruh dunia untuk selalu menjaga kesehatan. Dampaknya tak hanya produk medis modern saja yang mengalami peningkatan, tetapi dari sisi obat herbal juga mulai banyak dicari.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan tanaman herbal menjadi salah satu yang diuntungkan karena mulai banyak produk obat herbal dari negara kita yang dieskpor dalam jumlah besar ke luar negeri. Salah satu yang utama adalah produk jamu.

Badan Pusat Statistik mencatat total nilai ekspor Jamu Indonesia pada tahun 2021 mencapai USD41,5 juta. Jumlah ini meningkat sebesar 10,96% dibandingkan tahun 2019, yang diyakini menjadi dampak dari pandemi.

Negara tujuan ekspor obat herbal Indonesia di antaranya Australia, Taiwan, Singapura, India, Hongkong, Jepang, Malaysia, dan Tiongkok.

3. Makanan Kemasan

Industri makanan dan minuman dalam kemasan menjadi salah satu rising star komoditas Indonesia di pasar ekspor. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai ekspor yang signifikan terutama di masa pandemi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada periode Januari-September 2021, total nilai ekspor industri makanan minuman kemasan Indonesia mencapai USD32,51 miliar (Rp 465 triliun) atau meningkat 52% dibanding periode yang sama tahun 2020. Negara tujuan ekspor komoditas ini di antaranya Singapura, Jepang, Malaysia, Filipina, dan Hongkong.

4. Perhiasan

Perhiasan asal Indonesia memang dikenal memiliki kualitas menjanjikan sehingga kini mulai dilirik di pasar ekspor. Beberapa jenis perhiasan dari Indonesia yang memiliki banyak peminat di antaranya emas, mutiara, dan perak.

Ekspor komoditas perhiasan emas Indonesia tahun 2021 naik sebesar 77% dari USD1.4 miliar pada 2020 menjadi USD2,5 miliar. Pertumbuhan ini tak lepas dari naiknya permintaan dari pasar Amerika Serikat yang signifikan terhadap produk perhiasan Indonesia.

Selain Amerika Serikat, Indonesia juga mengekspor produk perhiasan ke berbagai negara di antaranya Hongkong, Australia, Jepang, dan Jerman.

5. Peralatan Medis

Tak dapat dipungkiri selama pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2020 ini telah menyebabkan peningkatan kebutuhan peralatan medis yang signifikan. Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mengambil peluang ini dengan meningkatkan ekspor komoditas peralatan medis ke berbagai negara.

Mulai dari jarum suntik, alat tes rapid, sampai jenis obat farmasi asal Indonesia mulai menembus pasar ekspor baru di rentang tahun 2020 hingga 2021. Per Maret 2021, Indonesia berhasil mencatat nilai ekspor alat kesehatan sebesar USD197 juta.

Adapun negara tujuan ekspor peralatan medis Indonesia ini di antaranya Thailand, Ukraina, Singapura, Pakistan, dan Malaysia.

komoditas ekspor indonesia

Nah, itu dia tadi sekilas pembahasan mengenai komoditas ekspor Indonesia dan komoditas potensial ekspor Indonesia yang paling membanggakan. Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, tentunya Indonesia sangat potensial baik menjadi produsen terbesar ataupun eksportir yang terkuat.

Dengan keunggulan dari segi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa menakjubkan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Indonesia menjadi salah satu negara adidaya dalam sektor ekspor impor yang berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakatnya.

Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia

Lalu, apa saja sih barang-barang yang saat ini memiliki nilai ekspor tinggi di pasar internasional? Simak 8 komoditas ekspor unggulan Indonesia yang nilainya berkembang pesat dan bisa bersaing di pasar dunia berikut ini.

  1. Komoditas Ekspor Buah-buahan asal Indonesia

buah

Sebagai negara tropis yang menjadi tempat tumbuhnya beragam jenis flora, Indonesia memiliki hasil alam yang luar biasa, termasuk dari hasil perkebunannya.

Nilai ekspor hasil perkebunan Indonesia pada tahun 2020 menurut BPS mencapai Rp363,2 triliun dengan ekspor komoditas yang paling besar disumbang oleh kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi.

Eits, tak hanya sebatas itu saja, kini buah-buahan asal Indonesia pun mulai bisa bersaing di negara lain.

Berikut ini beberapa buah-buahan asal Indonesia yang memiliki peluang ekspor besar di pasar internasional.

Nanas:

Menurut catatan, Indonesia telah menjangkau 69 negara dalam pasar ekspor nanas pada tahun 2019. Nilai ekspor buah nanas dari Indonesia pada tahun 2020 mencapai hampir 146 ribu ton. Adapun negara tujuan utama ekspor buah nanas adalah Amerika Serikat, Belanda, dan Spanyol.

Manggis:

Nilai ekspor buah manggis dari Indonesia pada tahun 2020 mencapai hampir 48 ribu ton. Jumlah ini merupakan peningkatan besar dari tahun-tahun sebelumnya. Terjadinya pandemi juga turut berkontribusi dalam peningkatan nilai ekspor manggis karena WHO menyarankan masyarakat seluruh dunia untuk mengonsumsi buah-buahan. Negara tujuan ekspor manggis Indonesia yang terbesar adalah Tiongkok, diikuti oleh Hong Kong dan Malaysia.

Pisang:

Buah tropis satu ini juga menjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia. Nilai ekspor pisang pada 2018 mencapai 31 ribu ton. Jenis pisang yang menjadi unggulan komoditas ekspor Indonesia adalah cavendish. Negara tujuan ekspor pisang Indonesia terbesar adalah Malaysia, Jepang, dan Tiongkok.

Matoa:

Peluang ekspor buah matoa sangat terbuka lebar bagi masyarakat Indonesia. Hal ini karena buah matoa merupakan buah asli khas Papua yang memiliki banyak sekali manfaat dan keunikan. Perawatannya yang terbilang cukup sulit dan habitatnya yang khusus membuat nilai jual buah matoa terbilang mahal dan cukup langka. Sebagai negara tropis tempat asli tumbuhnya buah matoa, kesempatan Indonesia untuk mengekspor buah ini ke seluruh dunia sangatlah tinggi.

  1. Komoditas Ekspor Rempah-rempah asal Indonesia

rempah-rempah

Selain hasil perkebunan yang melimpah, Indonesia juga merupakan tempat tumbuh yang baik bagi berbagai jenis rempah-rempah.

Buktinya, rempah-rempah hasil tanam Indonesia banyak diburu oleh para pedagang dan penjajah di masa lalu hingga Indonesia menjadi primadona dan didatangi oleh banyak negara.

Suburnya hasil rempah dari Indonesia membuat komoditas ini laris manis di pasar ekspor.

Nilai ekspor rempah-rempah dari Indonesia  pada tahun 2020 mencapai US$218,9 juta dengan komoditas unggulan yakni cengkeh, lada, pala, dan kayu manis.

Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor hasil rempah-rempah dari Indonesia adalah Amerika Serikat, India, Vietnam, Tiongkok, dan Belanda.

Beberapa hasil rempah indonesia yang menjadi komoditas unggulan di pasar ekspor adalah sebagai berikut.

Pala:

Rempah-rempah primadona yang satu ini punya nilai ekspor yang cukup tinggi di pasar internasional. Bahkan pada tahun 2018, jumlah ekspor pala Indonesia secara keseluruhan mencapai 20.202 ton dengan nilai sebesar US$111,69 juta. Negara tujuan ekspor pala dari Indonesia adalah Vietnam, Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Belanda.

Lada:

Sama seperti pala, lada merupakan komoditas rempah unggulan yang diekspor Indonesia ke berbagai negara seperti  Vietnam, Amerika Serikat, Brasil, Tiongkok, dan Jerman. Nilai ekspor lada Indonesia pada periode Januari hingga Mei tahun 2019 mencapai 16,37 juta ton. Beberapa daerah penghasil lada terbesar di antaranya adalah Lampung, Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Cengkeh:

Produksi cengkeh Indonesia terbilang besar jumlahnya. Volume ekspor rempah ini naik sebesar 83% pada periode Maret 2021. Negara tujuan utama ekspor cengkeh dari Indonesia adalah India, Vietnam, Saudi Arabia, dan negara-negara wilayah Uni Eropa di antaranya Jerman, Belanda dan Inggris.

  1. Komoditas Ekspor Kosmetik asal Indonesia

kosmetik

Produk kecantikan asal Indonesia kini tak kalah populer di kancah internasional. Beberapa merk lokal bahkan telah memiliki nama besar di beberapa negara.

Peluang ekspor kosmetik masih sangat terbuka lebar karena banyaknya permintaan dunia atas produk kecantikan dari dalam negeri.

Tak kalah dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat, saat ini kosmetik dari Indonesia berhasil mendapatkan perhatian di pasar internasional.

Pada periode Januari hingga Agustus tahun 2020, nilai ekspor produk kosmetik asal Indonesia berhasil mencapai angka US$135,67 juta.

Sementara itu, negara-negara tujuan utama komoditas ini adalah Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Komoditas ekspor kosmetik Indonesia terdiri dari beberapa jenis produk seperti make-up, skincare, dan parfum.

Tingginya permintaan terhadap produk kosmetik Indonesia di negara lain membuktikan bahwa potensi farmasi indonesia terus berkembang dan memiliki daya saing di kancah internasional.

Selain nilai ekspornya yang menjanjikan peningkatan drastis, beberapa produk kosmetik Indonesia juga memiliki kualitas yang sebanding dengan merk dunia sehingga popularitas merk kosmetik lokal ini juga sangat bersaing di dalam negeri.

Komoditas Ekspor Indonesia ke Negara-negara ASEAN

  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Malaysia

Malaysia hingga saat ini masih menjadi negara tujuan utama berbagai komoditas dari Indonesia. Hal ini tidak lepas dari adanya kesamaan budaya sehingga menciptakan tren pasar yang cenderung seragam di antara kedua negara.

Berikut ini 10 komoditas ekspor Indonesia ke Malaysia yang terbesar.

  1. Batu bara
  2. CPO (minyak kelapa sawit) dan turunannya
  3. Petroleum coke (kokas minyak bumi)
  4. Asam lemak monokarboksilat industri
  5. Minyak kelapa (kopra)
  6. Stainless steel
  7. Aksesori kendaraan bermotor
  8. Minyak petroleum dan minyak yang diperoleh dari mineral
  9. Tembaga
  10. Perangkat telepon
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Filipina

Meskipun nilai ekspor Indonesia ke Filipina masih tergolong belum besar, tetapi negara ini menjadi salah satu tujuan yang penting untuk berbagai komoditas ekspor.

Berikut ini 10 komoditas ekspor Indonesia ke Filipina yang terbesar.

  1. Batu bara
  2. Kendaraan bermotor
  3. Ekstrak kopi dan teh
  4. Minyak kelapa sawit dan fraksinya
  5. Kertas
  6. Pupuk mineral atau pupuk kimia
  7. Bijih tembaga
  8. Rokok
  9. Aksesori kendaraan
  10. Obat-obatan
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Thailand

Thailand dan Indonesia menjalin hubungan perdagangan internasional yang baik. Berikut ini daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Thailand.

  1. Batu bara
  2. Minyak petroleum
  3. Aksesori kendaraan bermotor
  4. Kendaraan bermotor
  5. Tembaga
  6. Monitor dan proyektor
  7. Sepeda motor
  8. Ikan beku
  9. Kacang
  10. Kelapa
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Vietnam

Vietnam menjadi negara ASEAN berikutnya yang menerima berbagai komoditas ekspor dari Indonesia. Berikut ini daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Vietnam.

  1. Batu bara
  2. CPO (minyak kelapa sawit)
  3. Kendaraan bermotor
  4. Stainless steel
  5. Tembaga
  6. Monitor dan proyektor
  7. Kelapa
  8. Moluska
  9. Kertas
  10. Mesin piston
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Singapura

Negara yang memiliki luas geografis relatif kecil ini ternyata cukup banyak menerima komoditas ekspor dari Indonesia. Berikut ini daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Singapura.

  1. Emas
  2. Gas petroleum
  3. Kapasitor listrik
  4. CPO (minyak kelapa sawit)
  5. Sirkuit elektronik terpadu
  6. Timah
  7. Makanan olahan
  8. Perangkat telepon
  9. Aparatus listrik
  10. Aksesori kendaraan
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Kamboja

Ekspor Indonesia ke Kamboja masih terus berlangsung hingga saat ini. Berikut daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Kamboja.

  1. Rokok
  2. Batu bara
  3. Makanan olahan
  4. Kapal suar
  5. Roti
  6. Obat-obatan
  7. Pasta
  8. Kendaraan bermotor
  9. Tisu
  10. Kulkas
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Brunei Darussalam

Meskipun tak terlalu besar menyumbang nilai ekspor, namun Brunei Darussalam memiliki peran cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Berikut ini daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Brunei Darussalam.

  1. Batu bara
  2. Kendaraan bermotor
  3. Pasta
  4. Roti
  5. CPO (Minyak kelapa sawit)
  6. Mesin cuci
  7. Semen
  8. Air mineral
  9. Sabun
  10. Kayu Lapis
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Laos

Laos menjadi negara tujuan ekspor Indonesia di ASEAN yang menerima bermacam-macam komoditas. Berikut ini daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Laos.

  1. Kawat
  2. Kain tenun
  3. Kendaraan bermotor
  4. Buldoser
  5. Kain rajutan
  6. Make-up
  7. Produk perawatan rambut
  8. Ban
  9. Sabun
  10. Alat mekanik
  • Komoditas Ekspor Indonesia ke Myanmar

Ekspor Indonesia ke Myanmar beberapa tahun terakhir memang terhambat karena negara tersebut masih dalam kondisi konflik. Akan tetapi, ekspor ini masih terus berjalan meskipun dalam jumlah relatif kecil.

Berikut ini daftar 10 komoditas Indonesia yang terbesar diekspor ke Myanmar.

  1. CPO (minyak kelapa sawit)
  2. Kendaraan bermotor
  3. Kertas
  4. Roti
  5. Buldoser
  6. Obat-obatan
  7. Sabun
  8. Margarin
  9. Insektisida
  10. Makanan olahan

komoditas ekspor

Nah itu dia beberapa informasi terkait komoditas ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN. Daftar 10 komoditas tertinggi Indonesia ke masing-masing negara tersebut merupakan data yang dirangkum oleh Trademap per tahun 2020.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki peran penting di Asia Tenggara dan termasuk di ASEAN ke depannya masih akan terus meningkatkan ekspor berbagai komoditas yang dimiliki oleh masyarakatnya.

Oleh karena itu, peluang dan kesempatan bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara masih terus terbuka. Hal ini karena banyak negara yang tergantung dan mengimpor dari negara kita.

Begitu pula sebaliknya, Indonesia juga masih mengandalkan negara-negara ASEAN ini dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya sehingga aktivitas perdagangan internasional akan terus terjadi.

Video Seputar Market Brief Komoditas Ekspor Indonesia :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

Mister Exportir adalah brand resmi dari PT Triton Nusantara Tangguh. Membantu para eksportir mengirimkan barang mereka ke Mancanegara.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-8128-8361-396

Copyright © 2017 Misterexportir