Tugas Avsec

Tugas Avsec

Bagi sebagian dari Anda mungkin tidak asing dengan Avsec, apalagi jika Anda sering bepergian ke luar negeri. Avsec atau Aviation Security merupakan profesi penjaga keamanan di bandara. Tugas Avsec secara umum adalah menjaga dan menjamin keamanan saat penerbangan.

Baik penumpang maupun barang yang diangkut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tugas seorang Avsec ini sangat krusial dalam keamanan bandara keseluruhan. Meski begitu masih saja ada yang menganggap Avsec sebagai satpam biasa.

Padahal untuk menjadi Avsec Anda harus memiliki ijin resmi terlebih dahulu. Jadi, tidak hanya asal bertugas dan bekerja saja. Untuk mendapatkan lisensinya juga tidak main-main karena Anda harus menjalani pendidikan formal dan pelatihan sebagai Avsec terlebih dahulu.

Penyelenggara pendidikan formal dan pelatihan itu adalah Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Tentu tidak mudah untuk menjadi Avsec. Sebab selain menjamin keamanan penerbangan, tugas Avsec juga adalah menjamin keteraturan dan efisiensi dari penerbangan.

Berbeda dengan satpam atau petugas keamanan pada umumnya, petugas Avsec tidak hanya harus memiliki fisik yang kuat, namun juga harus memiliki kecerdasan, pengetahuan, kemampuan, dan attitude yang baik pula.

Petugas Avsec juga sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekspor-impor yang dilakukan dengan metode shipment udara. Sehingga keamanan barang-barang yang Anda ekspor dan impor akan terjamin hingga ke tujuan.

Berikut ini adalah tugas dari profesi ini serta penjelasan dan ketentuannya yang jarang diketahui oleh banyak orang. Dari mulai data penumpang hingga kargo.

Pemeriksaan Bagasi yang Utama dan Penting untuk Dilakukan

Pemeriksaan Bagasi yang Utama dan Penting untuk Dilakukan
gambar: pixabay

Pemeriksaan bagasi merupakan salah satu tugas Avsec yang paling utama karena sangat penting dilakukan. Hal itu disebabkan, bagasi dapat berpeluang menjadi penyimpanan barang-barang berbahaya dan membahayakan penerbangan.

Selain itu bagi bisa disalahgunakan untuk menyimpan barang-barang ilegal, sehingga diperlukannya pemeriksaan yang seksama dan menyeluruh. Bagasi harus diperiksa terlebih dahulu sebelum check-in.

Pemeriksaan juga mencakup identitas pemilik dan isi dari bagasi tersebut. Jika sudah dipastikan aman, baru boleh menuju tempat check-in.

Pemeriksaan Barang Kargo dan Pos

Pemeriksaan barang kargo dan kiriman pos, tentu sangat pelu dilakukan. Seperti yang Anda ketahui, pesawat terbang juga berfungsi sebagai media shipment barang dan tidak hanya mengangkut penumpang.

Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas Avsec memastikan setiap barang kargo dan barang kiriman dari pos aman dan tidak membahayakan penerbangan. Barang kargo ini dapat berupa barang ekspor-impor.

Jika barang kargo dan pos tersebut berisi sesuatu yang berbahaya, maka hal tersebut sangat mengancam keamanan penerbangan. Di sini lah Avsec berperan penting untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Kargo yang datang ke bandara harus diperiksa terlebih dahulu sebelum diangkut masuk pesawat atau gudang. Jika terdapat barang berbahaya, namun barang tersebut legal dan mendesak maka pengangkutannya harus memperhatikan ketentuan standar.

Pemeriksaan Dokumen dengan Benar agar Menghindari Masalah

Pemeriksaan Dokumen dengan Benar agar Menghindari Masalah
gambar: wikimedia

Tugas Avsec yang juga sangat penting adalah pemeriksaan dokumen-dokumen. Pemeriksaan dokumen penumpang atau dokumen kargo barang sangat diperlukan untuk menghindari masalah selanjutnya.

Pemeriksaan dokumen ini harus sangat teliti, sebab jika ada yang terlewat akan berakibat fatal dan panjang. Untuk barang kargo dokumen yang pasti akan diperiksa adalah faktur, surat-surat ijin, dan legalitas lainnya.

Sedangkan untuk penumpang, tentunya adalah identitas dari mulai nama hingga alamat, tiket dan perizinan yang sah, dan juga kesesuaian antara tiket dan identitas penumpang. Pemeriksaan dokumen penumpang memang sangat ketat.

Hal ini disebabkan untuk menghindari segala macam penipuan dan kejahatan saat penerbangan. Memastikan penumpang bukan buronan juga perlu dilakukan dan harus berkoordinasi dengan petugas keamanan lainnya.

Pemeriksaan Calon Penumpang dan Bagasi Kabin

Pemeriksaan ini adalah tugas Avsec untuk memastikan penumpang sudah benar. Pihak lain juga boleh ikut serta dalam pemeriksaan penumpang ini, tapi hanya dalam kasus tertentu saja. Misalnya pengejaran buronan yang menyamar dan menjadi penumpang pesawat.

Dalam hal ini polisi harus memastikan dan memeriksa penumpang satu persatu untuk menangkap buronan tersebut. Jika ada penumpang yang menolak untuk diperiksa, maka tidak boleh mengikuti penerbangan.

Pemeriksaan penumpang juga harus dilakukan saat transit atau saat pesawat mengalami kerusakan yang mengharuskan penumpang keluar dan menunggu. Untuk bagasi, ketentuannya adalah harus disegel dengan label security.

Jika segelnya rusak, maka petugas Avsec berhak menolak bagasi yang segelnya rusak atau bahkan tidak disegel. Pemeriksaan itu harus dilakukan seteliti mungkin untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang lain.

Bentuk Tanggung Jawab Aviation Security

Bentuk Tanggung Jawab Aviation Security
gambar: pixabay

Selain tugas Avsec yang pokok, terdapat juga tanggung jawab personel Avsec kepada calon penumpang dan penerbangan. Sebab setiap petugas yang telah memiliki lisensi dan STKP (Surat Tanda Kecakapan Petugas), menanggung tanggung jawab dalam bidang keamanan.

Beberapa tanggung jawab tersebut adalah:

1. Edukasi Mengenai Penerbangan dan Bandara

Tanggung jawab ini adalah salah satu tugas Avsec kepada calon penumpang yang belum memahami mengenai keamanan dan segala macam peraturan dalam penerbangan. Selain itu, Avsec juga bertanggung jawab untuk mengenalkan bandar udara dan jalur-jalur daruratnya.

2. Edukasi Barang-barang yang Dilarang

Banyak masyarakat di luar sana yang belum mengetahui barang-barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa dalam penerbangan. Oleh sebab itu, Avsec harus menjelaskan dengan prima mengenai hal itu.

Termasuk di dalamnya adalah barang-barang berbahaya yang mengancam penerbangan atau bahkan mengganggu proses penerbangan. Penjelasan sudah seharusnya secara mendetail.

Selain barang, Avsec juga harus menjelaskan mengenai fasilitas keamanan dan perilaku yang dilarang dan merugikan orang lain. Hal ini demi kenyamanan semua penumpang.

3. Pengawasan Pintu Masuk

Petugas Avsec tentunya harus mengawasi pintu masuk baik yang dilalui oleh orang atau kendaraan. Sebab, keduanya sama-sama berpotensi membahayakan keamanan penerbangan.

4. Pemeriksaan Menyeluruh

Sudah menjadi tanggung jawabnya, jika petugas Avsec harus memeriksa semua detail yang berkaitan dengan penerbangan demi menjaga keamanan. Pemeriksaan tersebut meliputi keamanan katering, bagasi dan barang bawaan, penumpang, dan perlindungan.

Peralatan Kerja Avsec yang Memeriksa Tiap Barang Bawaan

Anda pasti sangat familiar dengan petugas Avsec yang membawa peralatan pendeteksi untuk memeriksa setiap barang bawaan Anda. Ternyata selain alat pendeteksi, petugas Avsec juga dilengkapi beberapa peralatan kerja guna mendukung tugas Avsec.

Peralatan petugas Avsec tersebut diantaranya adalah :

1. HTMD (Hand Health Metal Detector) dan WTMD (Walk Through Metal Detector)

Peralatan tersebut adalah pendeteksi logam yang mungkin dibawa oleh calon penumpang.

2. X-Ray

Alat ini berfungsi untuk mendeteksi bahan organik dan anorganik.

3. Peralatan untuk mendeteksi bahan-bahan radioaktif, biologi, kimia, dan nuklir.

4. Explosive Detector

Alat yang berfungsi untuk mendeteksi bahan peledak.

5. Kendaraan Patroli

Kendaraan ini berguna untuk menunjang tugas Avsec untuk berkeliling memastikan keamanan penerbangan.

6. Alat Pemantau Lalu Lintas

Alat ini digunakan untuk memantau lalu lintas orang, kargo yang keluar masuk bandara, barang-barang pos, kendaraan, dan keluar masuknya pesawat. Dapat berguna untuk melacak jika suatu saat terdapat kejadian tertentu.

7. Perimeter Instruction Detection System

Alat ini berguna untuk mendeteksi penyusup yang masuk ke bandara atau area-area tertentu. Penyusup ini tentunya sangat berpotensi mengancam keamanan penerbangan.

8. Alat Komunikasi

Alat komunikasi ini sangat dibutuhkan untuk koordinasi setiap saat antar personel agar tidak adanya miss-communication. Contoh alat komunikasi ini dapat berupa walkie-talkie, ponsel, atau alat komunikasi lainnya.

Jika ditinjau lebih dalam lagi, menjadi seorang Avsec tidak semudah yang nampak. Sebab, tugas Avsec memiliki risiko tinggi dan memerlukan kekuatan fisik dan kecerdasan yang mumpuni agar dapat memberikan pelayanan prima.

Follow Me:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di misterexportir.com, kami membuka jasa export untuk produk-produk berkualitas dimana kami bekerjasama dengan UMKM dan supplier pabrik di seluruh indonesia. Kami juga memiliki jasa logistik, undername, custom clearence, dll.

Misterexportir.com adalah brand ekspor resmi dari PT. Triton Nusantara Tangguh. Selain jasa ekspor kami juga membantu client kami mendapatkan banyak buyer dari luar negeri.

Copyright © PT. Triton Nusantara Tangguh