10+ Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri, Lengkap!

10+ Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri, Lengkap!

Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri – Hallo sahabat Mister Exportir yang kami banggakan yang mengunjungi laman artikel berikut ini, terimakasih telah menyempatkan waktunya untuk dapat membaca artikel dilaman kami. Semoga bermanfaat!

Oiya sobat eksportir, tahukah Anda apa saja yang menjadi perbedaan perdagangan dalam negeri dan luar negeri? Dari namanya saja dua hal ini sudah jelas berbeda. Perdagangan luar negeri sendiri erat kaitannya dengan istilah ekspor dan impor.

Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri
10 Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri – Mister Exportir

 

Ya, berbeda dari perdagangan dalam negeri, segala hal yang berkaitan dengan perdagangan luar negeri diatur oleh pemerintah secara langsung lewat kebijakan pengendalian dalam bidang ekspor maupun impor barang.

Jika dibandingkan antara perdagangan dalam negeri dan luar negeri, maka perdagangan luar negeri tentu saja memiliki aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia jauh lebih ketat dan rumit.

Jika Anda tertarik untuk masuk dalam ranah perdagangan luar negeri, sebelum beranjak lebih jauh, penting bagi sobat eksportir untuk mengetahui berbagai perbedaan antara perdagangan dalam dan luar negeri terlebih dahulu. Lebih jelasnya, berikut cara membedakannya antara keduanya. Let’s check list out!

 

Baca Selengkapnya : 15+ Faktor Pendorong Perdagangan Internasional yang Harus Kamu Tahu!

 

 

10 Hal yang Membedakan Perdagangan Dalam Negeri & Luar Negeri

 

1. Cara pembayaran

Perbedaan perdagangan dalam negeri dan luar negeri salah satunya terletak pada tata cara pembayaran. Perdagangan dalam negeri menggunakan mata uang dari negeri tersebut. Semisalnya di Indonesia, maka alat pembayaran yang sah yakni menggunakan mata uang Rupiah.

Setiap negara tentu memiliki perbedaan alat. Katakanlah Amerika, disana Dollar adalah alat pembayaran yang sah. Jadi, jika Anda ke Amerika dan membawa Rupiah, maka transaksi yang Anda lakukan jelas tidak valid. Anda harus menukarkannya dahulu dengan Dollar untuk bisa bertransaksi.

Sedangkan untuk perdagangan Internasional atau luar negeri maka digunakanlah alat pembayaran yang bisa diterima di negara-negara yang bersangkutan. Ada beberapa alat pembayaran yang bisa digunakan antara lain valas, wesel, letter of credit, kartu kredit, atau bisa juga dengan emas.

 

Baca Juga : 7+ Jenis Alat Pembayaran Perdagangan Internasional, Para Eksportir Wajib Baca!

 

 

 

2. Jangkauan wilayah

Sesuai dengan namanya, perdagangan dalam negeri merupakan sebuah perdagangan dimana lokasinya dibatasi hanya sebatas satu wilayah negara saja. Sedangkan perdagangan luar negeri, sangat jelas bahwa segala aktivitas perdagangannya tidak terbatas hanya pada satu wilayah negara saja, namun melibatkan beberapa negara baik itu negara tetangga atau bahkan lintas benua.

Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri
Jangkauan Wilayah – Mister Exportir

Jangkauan wilayah ini tentu akan memengaruhi banyak aspek dalam hal perekomnomian baik itu dari biaya transportasi, pengurusan dokumen, dan lain- lain sebagainya. Selain itu, jangkauan wilayah dalam perdagangan luar negeri juga dibatasi oleh bea cukai masing- masing negara yang berfungsi sebagai penyeleksian atas masuk atau keluarnya barang.

 

 

 

3. Sistem Pendistribusian

Perbedaan perdagangan dalam negeri dan luar negeri juga ditilik dari sistem pendistribusiannya. Biasanya perdagangan dalam negeri menggunakan sistem distribusi langsung. Ini berbeda dengan perdagangan luar negeri dimana sistem pendistribusian yang digunakan adalah distribusi tidak langsung.

Adapun hal yang dimaksud sistem pendistribusian secara tidak langsung adalah dimana pendistribusian suatu barang atau jasa kerap sekali melalui perantara produsen (importir / eksportir besar) kepada distributor, dan distributor kepada konsumen end user.

 

 

 

4. Administrasi

Perdagangan baik itu dalam ataupun luar negeri pasti memiliki sistem administrasi yang diberlakukan dari pemerintah. Meski begitu, perdagangan dalam negeri untuk kepengurusan administrasinya cenderung lebih mudah dan tidak berbelit-belit.

Berbeda dengan perdagangan luar negeri dimana harus mengurus beragam surat dan melewati beragam prosedur yang lumayan banyak terlebih dulu. Hal ini dikarenakan untuk memastikan, melengkapi, dan mengkondisikan dokumen- dokumen untuk disubmit ke Bea Cukai negara tujuan supaya terhindar dari pengembalian barang (return) yang disebabkan ketidak lengkapan dokumen.

 

 

 

5. Peraturan yang berlaku

Setiap negara sudah pasti punya aturan perdagangan yang ketat. Jika perdagangan hanya berkutat dalam satu wilayah saja, maka aturan tentu akan lebih mudah diberlakukan. Berbeda dengan perdagangan luar negeri dimana dalam kasus ini melibatkan paling tidak dua negara.

Nah, karena notabene nya setiap negara memiliki aturan perdagangan masing-masing, maka jika kita ingin masuk dalam ranah perdagangan Internasional, kita juga harus mematuhi aturan yang diberlakukan di negara tujuan.

Salah satu contoh yang baru-baru ini terjadi yakni sulitnya ekspor makanan ke Amerika Serikat. Saking sangat ketatnya aturan disana importir asal Amerika bahkan langsung datang ke Indonesia untuk meneliti produk makanan yang akan diekspor.

Jika didalam produk makanan tersebut ada bahan yang tidak aman, produk tersebut tidak bisa masuk ke Amerika Serikat karena tidak sesuai standar mereka. Jadi setiap produk akan diteliti di Badan POM disana, jika aman maka diizinkan masuk, jika tidak maka sebaliknya atau dikembalikan ke negara asal.

 

 

 

6. Syarat Penyerahan Barang

Pada artikel sebelumnya admin juga telah merangkum sepurtar syarat penyerahan barang, khususnya untuk perdagangan internasional melalui incoterms 2010. Jika perdagangan didalam negeri, mungkin tidak ada hal yang mengatur secara khusus tentang syarat penyerahan barang yang detail seperti hal nya perdagangan luar negeri.

Dalam perdagangan luar negeri, Incoterms merupakan salah satu kunci atau solusi agar mengantisipasi kesalahpahaman antara eksportir dan importir dalam mengatur tanggung jawab keduanya untuk mengantarkan atau menyerahkan suatu barang sesuai kesepakatan berdasarkan terma dan hukum perdagangan internasional.

 

 

 

7. Tingkat persaingan

Jika berbicara tentang persaingan atau kompetitor keduanya, jelas bahwa perdagangan luar negeri memiliki tingkat persaingannya yang lebih tinggi karena melibatkan pedagang dan pembeli dari berbagai negara. Betul atau betul?

Sebagai contohnya, misalnya Indonesia merupakan negara memiliki jumlah perusahaan trading sekitar 5,7 juta, maka jika berbicara persaingan dalam negeri, kita hanya berkompetisi dengan 5,7 juta perusahaan tersebut dan hanya memiliki skala domestik.

Akan tetapi, jika perdagangan luar negeri kita harus berkompetisi dengan perusahaan trading dari 195 negara lainnya dan juga perusahaan yang ada diranah negeri sendiri yang berjumlah 5,7 juta tadi. Sehingga beban kompetisi untuk bersaing secara internasional juga akan semakin sulit.

 

 

 

8. Biaya angkutan

Perbedaan biaya angkutan ini terjadi karena faktor jarak dan administrasi perdagangan. Jika skala dalam negeri atau domestik sebuah barang dapat dikirim melalui cargo darat sehingga biaya angkutan atau transportasi relatif lebih murah dan juga rentan tidak pernah ada pungutan pajak.

Jika dibandingkan perdagangan dalam skala luar negeri atau global, secara otomatis jarak yang ditempuh lebih jauh dan biaya transportasi relatif lebih mahal serta ada kemungkinan dikenakan pajak atas barang yang masuk dinegara tujuan.

 

 

 

9. Tatap muka

Perbedaan perdagangan dalam negeri dan luar negeri selanjutnya dari hal tatap mukanya. Perdagangan dalam negeri lebih mudah menjangkau untuk bertatap muka langsung untuk membuat kesepakatan dalam hal penjualan atau hal lainnya.

Sebenarnya untuk perdagangan luar negeri kita juga bisa bertatap muka secara langsung dengan menggunakan teknologi video call maupun hal lainnya, atau datang langsung ke alamat negera tujuan, namun hal itu tidaklah semudah perdagangan dalam negeri.

 

 

 

10. Kemasan atau packaging

Salah satu perbedaan juga terlihat dari packagingnya. Produk yang hendak di jual di luar negeri biasanya memiliki standar packaging khusus dan bagus. Tujuannya untuk menghindari kerusakan mengingat jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan jauh dan cukup lama.

Selain itu, terkadang halnya dalam perdagangan luar negeri, apabila menggunakan packaging berbahan kayu, maka kita harus melakukan fumigasi petikemas atau packaging itu sendiri untuk menghindari kerusakan barang yang disebabkan hama atau rayap dan pengembalian (return) dari negara tujuan.

 

 

 

Nah sahabat Mister Exportir, sudah paham kan apa yang membedakan antara perdagangan dalam negeri dan luar negeri? Diatas merupakan 10 poin perbedaan perdagangan dalam negeri & luar negeri yang dapat menjadi referensi anda ya sobat eksportir.

Dari uraian diatas bisa diketahui bahwa ada beberapa perbedaan perdagangan dalam negeri dan luar negeri yang harus kita ketahui. Hal ini penting untuk diketahui khususnya bagi Anda yang kini sedang menyiapkan produk untuk diekspor atau sedang menginginkan untuk berdagang barang impor.

Semoga artikel ini dapat membuka wawasan kita semua dan dapat bermanfaat kepada siapapun yang mampir dilaman berikut ini. Seperti biasa, terimakasih & salam perdagangan Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di misterexportir.com, kami membuka jasa export untuk produk-produk berkualitas dimana kami bekerjasama dengan UMKM dan supplier pabrik di seluruh indonesia. Kami juga memiliki jasa logistik, undername, custom clearence, dll.

Selain itu, Kami juga memfasilitasi para seller di Indonesia dari segi keuangan/ Finance untuk memudahkan pihak seller dalam aktivitas transaksi jual beli.

Copyright © Misterexportir.com