Daftar Komoditas Ekspor Impor Jepang, Lengkap!

Daftar Komoditas Ekspor Impor Jepang, Lengkap!

Komoditas ekspor impor Jepang mungkin merupakan satu pengetahuan yang cukup penting. Pasalnya, Negara Matahari Terbit ini punya segudang hasil produksi yang penting bagi dunia. Apalagi kalau kita membicarakan soal kemajuan teknologi, maka Jepang adalah negara yang tidak boleh terlewatkan.

Negara ini menghasilkan komoditas yang penting seperti kendaran bermotor, produk otomotif, manufaktur, dan lainnya yang sudah berhasil memenuhi kebutuhan banyak negara di dunia.

Meskipun memiliki sumber daya alam yang cenderung rendah, namun Jepang masuk ke dalam jajaran negara maju dengan tingkat perekonomian yang tinggi. Hal ini tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh negara tersebut.

Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir

Jepang memiliki luas wilayah sebesar 377,973 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 126,440,000 pada tahun 2018. Masyarakat Jepang dikenal dengan tingkat kedisiplinan dan kebersihan yang paling tinggi di dunia. Selain itu, sektor ekonominya pun menjadi kiblat bagi para negara berkembang yang ingin menjadi negara maju.

Selain sektor industrinya yang sangat maju pesat dan berdampak pada perekonomian masyarakatnya, ternyata Jepang juga mengais banyak sekali pendapatan devisa dari kegiatan ekspor dan perdagangan internasional. Tak bisa dipungkiri, besaran nilai ekspor Jepang sebagian besar didorong oleh hasil industri.

Nah, berikut ini kita akan membahas informasi seputar komoditas ekspor impor Jepang yang wajib disimak, check it out!

Sekilas Tentang Jepang dan Sektor Ekonominya

komoditas ekspor negara jepang
komoditas ekspor negara jepang

Jepang adalah negara yang terletak di kawasan Asia Timur. Sama seperti Indonesia, Jepang juga merupakan negara kepulauan yang memiliki sekitar 6.852 pulau di seluruh wilayahnya.

Sebagai negara maju di bidang ekonomi, Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua setelah Amerika Serikat, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan berbelanja.

Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat keempat sebagai negara pengekspor terbesar dan peringkat keenam negara pengimpor terbesar di dunia. Penduduk Jepang memiliki standar hidup yang tinggi (peringkat ke-8 dalam Indeks Pembangunan Manusia) dan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut perkiraan PBB.

Ngomong-ngomong soal Jepang, negara ini memiliki segudang ikon yang sudah sangat mendunia, mulai dari bidang teknologi, otomotif, bahkan budayanya.

Kita mungkin tidak asing lagi dengan deretan merek kendaraan seperti Toyota, Honda, Nissan, Mitsubhisi, yang produknya merajai jalanan Indonesia bahkan dunia. Atau juga ikon budaya seperti anime, manga, Harajuku style, sushi, takoyaki, dan sashimi yang punya market besar di seluruh dunia.

Semua itu merupakan komoditas yang dihasilkan oleh negara Jepang yang berhasil menarik perhatian serta memiliki jangkauan sangat luas dan dikenal oleh hampir seluruh masyarakat di level internasional.

Perekonomian Jepang yang sangat maju ditopang oleh berbagai industri utama, di antaranya industri kendaraan bermotor, peralatan elektronik, peralatan dan permesinan, baja dan logam nonbesi, kapal, kimia, tekstil, dan industri pengolahan makanan.

Sementara itu, komoditas ekspor utama Jepang terdiri dari kendaraan bermotor, semikonduktor, produk besi dan baja, suku cadang kendaraan, bahan plastik, dan mesin pembangkit.

Berbagai komoditas ekspor tersebut dikirim ke hampir seluruh negara dunia, dengan yang negara tujuan ekspor utama didominasi ke Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong, dan Thailand.

Letak geografis Jepang berada di zona subduksi sehingga negara ini memiliki sumber daya mineral yang kaya, tetapi hanya sedikit memiliki minyak bumi dan gas alam. Oleh karena itu, komoditas impor utama Jepang didominasi oleh minyak bumi yang berkontribusi sangat besar terhadap nilai impor negara tersebut, yaitu sebesar 15,5 persen.

Meskipun memiliki sumber daya alam yang rendah, tetapi Jepang masih menghasilkan produk pertanian dan perikanan yang cukup penting bagi negaranya. Berikut ini kita bahas lebih lengkap komoditas ekspor Jepang dari 3 sektor utama di negara tersebut.

Sektor Industri

Seperti yang sempat disinggung dalam pembahasan di atas, sektor  industri merupakan salah satu sumber perekonomian terbesar bagi negara Jepang. Kemajuan teknologi Jepang selalu dengan kuat diidentikan pada bidang telekomunikasi, permesinan, dan robotika. Setidaknya, ketiga jenis industri ini memang menjadi daya tarik yang menghasilkan banyak pendapatan bagi Jepang.

Selain tiga industri di atas, Jepang juga memiliki industri otomotif, elektronik konsumen, semikonduktor, komputer, besi, dan baja yang posisinya sangat kuat di dunia. Sementara itu, industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak dari negara-negara luar lainnya.

Di samping majunya industri menghasilkan barang fungsional, industri hiburang Jepang juga memiliki banyak sekali peminat di seluruh dunia. Ikon kebudayaan media hiburan Jepang yang mendunia ini menghasilkan tren baru yang turut membawa keuntungan ekonomi bagi negara tersebut.

Sektor Pertanian

Jepang adalah negara empat musim yang minim sumber daya alam. Meskipun begitu, sekitar 12 persen dari luas daratan di Jepang dapat dipergunakan untuk pertanian yang hasilnya termasuk memuaskan. Besarnya hasil pertanian yang didapat, didukung oleh kesuburan lahan pertanian yang sebagian besar mengandung abu vulkanis.

Berbeda dengan negara tropis yang masih mengandalkan pertanian tradisional, penggarapan lahan pertanian di Jepang dilakukan secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanian merupakan sektor yang dilindungi pemerintah dan menerima subsidi dalam jumlah besar.

Pada tahun 2018, Jepang memproduksi 9,7 juta ton beras (produsen ke-13 terbesar di dunia), 3,6 juta ton gula bit (digunakan untuk memproduksi gula dan etanol), 1,2 juta ton tebu (digunakan untuk memproduksi gula dan etanol), 208 ribu ton kesemek (produsen terbesar ke-4 di dunia), 2,7 juta ton berbagai macam sayuran, 3 juta ton kentang, dan 1,3 juta ton kubis.

Masih di periode yang sama, Jepang juga menghasilkan 1,6 juta ton bawang merah, 773 ribu ton jeruk keprok, dan 756 ribu ton apel.

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat dilindungi pemerintah Jepang. Beras impor dikenakan bea masuk sebesar 490% dan pembatasan kuota sebesar 7,2% dari rata-rata konsumsi beras tahun 1968 hingga 1988. Impor yang di luar kuota tidak dilarang, namun dikenakan bea masuk sebesar 341 per kilogram.

Walaupun Jepang biasanya dapat melakukan swasembada beras (kecuali beras untuk membuat senbei dan makanan olahan), Jepang harus mengimpor 50% dari kebutuhan konsumsi serealia. Jepang mengimpor beberapa komoditas seperti gandum, sorgum, dan kedelai dalam jumlah besar, terutama dari Amerika Serikat.

Sektor Perikanan

Meskipun sumber daya pertanian Jepang cenderung rendah, namun berbeda dengan hasil lautnya yang justru sangat besar. Industri perikanan Jepang, baik domestik maupun luar negeri, telah lama berpusat di pasar ikan Tsukiji, di Tokyo, yang merupakan salah satu pasar grosir terbesar di dunia untuk makanan laut segar, beku, dan olahan.

Jepang juga telah sangat maju dalam teknik budidaya atau budidaya laut. Dalam sistem ini, teknik inseminasi dan penetasan buatan digunakan untuk membiakkan ikan dan kerang, yang kemudian dilepaskan ke sungai atau laut. Ikan dan kerang ini ditangkap setelah mereka tumbuh besar.

Metode ini juga diterapkan pada budidaya Salmon yang menjadi salah satu komoditas perikanan paling penting di negara tersebut. Salmon memang sejak lama identik dengan negara Jepang. Hal ini bisa dilihat dari makanan khas Jepang, yaitu Sushi dan Sashimi yang keduanya menggunakan salmon sebagai bahan bakunya.

Jepang memiliki lebih dari 2.000 pelabuhan perikanan, termasuk Nagasaki, di barat daya Kyūsh; Otaru, Kushiro, dan Abashiri di Hokkaido. Pelabuhan perikanan utama di pantai Pasifik Honshu termasuk, Hachinohe, Kesennuma, dan Ishinomaki di sepanjang pantai Sanriku, serta Choshi, Yaizu, Shimizu, dan Misaki di timur dan selatan Tokyo.

Dua dari perusahaan perikanan terbesar di Jepang adalah Nippon Suisan Kaisha dan Maruha Nichiro; masing-masing mempekerjakan lebih dari 10.000 orang dan memiliki anak perusahaan di seluruh dunia.

Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu kecil, jala, atau teknik penangkaran terhitung sekitar sepertiga produksi total industri perikanan Jepang. Sementara itu, perikanan lepas pantai dengan kapal ukuran menengah terhitung sekitar lebih dari separuh produksi total. Di antara hasil laut yang diambil misalnya: sarden, cakalang, kepiting, udang, salem, cumi-cumi, kerang, tuna, saury, yellowtail, dan makerel.

Komoditas Ekspor Jepang Bernilai Tinggi!

Selain produk yang telah disebutkan di atas, Jepang juga memiliki banyak sekali komoditas untuk diekspor Beberapa komoditas tersebut adalah:

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir

Komoditas Impor Jepang dari Indonesia

Indonesia merupakan salah satu importir bagi negara Jepang. Berikut ini adalah komoditas-komoditas Indonesia yang diekspor ke Jepang:

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-ister Exportir

Komoditas Impor Jepang yang Bernilai Tinggi!

Selain mengimpor produk-produk dari Indonesia, Jepang juga mengimpor beberapa produk lainnya. Di antara produk tersebut adalah:

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir

Akses Distribusi dan Transportasi Kegiatan Ekspor Impor Jepang

Di Jepang, terdapat akses perhubungan untuk kegiatan ekspor dan impornya. Akses ini merupakan akses perhubungan ludara.

Akses Perhubungan Udara

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir
  • Narita International Airport In Narita, Prefektur Chiba, Japan
  • Tokyo International Airport Hanedakuko, Ota City, Tokyo, Japan
  • Osaka International Airport In Hotarugaike Nishimachi, Toyonaka, Osaka, Japan
  • Kansai International Airport
  • Senshukukokita, Izumisano-shi, Osaka, Japan
  • Centrair Chubu International Airport south of Nagoya, Aichi, Japan

Perdagangan Internasional di Jepang

mata uang Jepang

Ciri luar biasa dari perkembangan ekonomi Jepang setelah Perang Dunia II adalah kemajuan pesat dalam penjualan luar negeri, meskipun pangsa ekspor dalam produk nasional bruto negara tersebut pada umumnya tetap relatif konstan. Namun, dari sudut pandang industri individu dan sebagai generator pertumbuhan, ekspor jauh lebih penting daripada kontribusinya terhadap pendapatan nasional.

Sejak akhir 1960-an, Jepang mengalami surplus perdagangan hampir setiap tahun, dengan ukuran surplus yang sering kali terbesar di dunia. Alasan kinerja ekspor yang spektakuler ini adalah beragamnya hasil industri Jepang, beralihnya ke produk dengan nilai tambah yang relatif tinggi, daya saing ekspor negara itu, dan posisi industrinya yang dominan di berbagai bidang.

Namun, ekspor Jepang menghadapi tantangan yang semakin meningkat. Tantangan yang paling menonjol adalah persaingan yang kuat dari negara tetangga industri Jepang, yaitu Tiongkok, Korea Selatan, serta dari negara-negara Asia Tenggara. Faktor lain termasuk sentimen proteksionis di antara mitra dagang utama Jepang, nilai mata uang yen dibandingkan dengan mata uang lainnya, dan penurunan ekspor yang disebabkan oleh peningkatan produksi perusahaan Jepang di luar negeri.

Perubahan besar dalam komposisi ekspor terjadi pada akhir abad ke-20. Tekstil dan produk makanan merupakan bagian yang sangat menurun dari total ekspor, sementara ekspor berbagai macam mesin dan peralatan (termasuk peralatan dan komponen elektronik) dan peralatan transportasi tumbuh pesat, bersama-sama menyumbang proporsi terbesar dari ekspor.

Ekspor penting lainnya termasuk bahan kimia, produk kimia, dan logam. Tiongkok dan Amerika Serikat adalah pasar ekspor terbesar Jepang; negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara serta negara-negara Uni Eropa (UE) juga merupakan tujuan ekspor yang penting.

Setelah Perang Dunia II, Jepang menetapkan tarif yang relatif tinggi dan menerapkan hambatan nontarif restriktif untuk banyak produk guna melindungi pasar domestik. Surplus perdagangan yang tinggi secara konsisten menyebabkan meningkatnya tekanan mitra dagang Jepang, terutama Amerika Serikat, bagi Jepang untuk membuka pasar domestiknya terhadap barang-barang asing.

Impor telah tumbuh dengan mantap karena struktur perdagangan Jepang menjadi lebih terbuka. Karena sumber daya alam Jepang yang sedikit, sebagian besar impornya adalah bahan bakar, bahan mentah, dan bahan makanan. Komponen utama barang manufaktur yang diimpor adalah mesin dan produk sejenis serta bahan kimia. Pemasok terbesar Jepang termasuk Asia Timur dan Tenggara (terutama Tiongkok), Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

Mister Exportir adalah brand resmi dari PT Triton Nusantara Tangguh. Membantu para eksportir mengirimkan barang mereka ke Mancanegara.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-8128-8361-396

Copyright © 2017 Misterexportir