Daftar Komoditas Ekspor Impor Jepang, Lengkap!

Daftar Komoditas Ekspor Impor Jepang, Lengkap!

Komoditas Ekspor Impor Jepang- Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya berada tepat di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia. Negara Jepang ini memiliki wilayah dengan luas 377,973 km2

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir

Populasi masyarakat yang menempati negara Jepang adalah sekitar 126,440,000 berdasarkan data sensus penduduk pada tahun 2018. Jenpang ini terkenal dengan kedisiplinan dan kebersihan yang paling bagus di dunia. Selain itu, sektor ekonominya pun menjadi kiblat bagi para negara berkembang yang ingin menjadi negara maju. Karena kemajuan industri dan perekonomian yang dimiliki Jepang telah menjadi rahasia umum, sehingga banyak sekali produk-produknya yang menjadi komoditas ekspor yang paling banyak diminati.

Nah, pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai komoditas ekspor impor Jepang dalam artikel ini. Akan dibahas pula mengenai komoditas impor dan akses distribusinya. Yuk, Dicek!

Sekilas Tentang Jepang dan Sektor Ekonominya

Ekonomi pasar bebas Jepang merupakan ketiga terbesar di dunia setelah negara Amerika Serikat dan negara Cina dalam istilah ekspor impor internasional. Pendapatan ekonominya sangat efisien dan bersaing dalam area yang berhubungan ke perdagangan internasional, sehingga membuat negara ini lebih maju.

Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dari 1961-an ke1990-an, ekonomi Jepang merosot secara drastis pada awal 1990-an, ketika “ekonomi gelembung” jatuh. Ekonomi industri yang matang ini telah diproduksi oleh banyak hal. Hal-ha tersebut adalah persediaan kepemimpinan industri dan teknisi, pekerja yang berpendidikan tinggi dan bekerja keras, tabungan dan invesatasi besar, dan juga promosi intensif pengembangan industri dan perdagangan internasional

Faktanya, Jepang memiliki sumber daya alam yang rendah, tetapi perdagangan menolog yang dimilikinya mendapatkan sumber daya untuk ekonominya. Meskipun begitu, terdapat setidaknyatiga sumber daya alam yang dimiliki oleh Jepang untuk diekspor ke berbegai negara.

Sektor Industri

Jepang memiliki industri utama ekspor berupa otomotif, elektronik konsumen (lihat industri elektronik konsumen Jepang), semikonduktor, komputer, besi, dan baja. Industri penting yang lainnya dalam ekonomi Jepang adalah farmasi, petrokimia, bioindustri, galangan kapal, dirgantara, tekstil, dan makanan yang diproses. Jenis industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak dari negara-negara luar lainnya.

Kawasan industri tersebar di sejumlah prefektur. Di wilayah Kantō, kawasan industri Jepang berada di Chiba, Kanagawa, Saitama, dan Tokyo (kawasan industri Keihin). Sedangkan di wilayah Tōkai, kawasan industri Chukyo-Tokai berada di wilayah Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka. Lalu, kawasan industri wilayah Kansai, kawasan industri Hanshin berada tepat di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Lalu, kawasan industri terakhir adalah kawasan industri Setouchi. Kawasan ini mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto. Sementara di Kyushu, kawasan industri berada di bagian utara Kyushu.

Sektor Pertanian

Sekitar 12% dari luas daratan di Jepang dapat dipergunakan untuk pertanian. Meskipun begitu, hasilnya termasuk memuaskan. Besarnya hasil pertanian yang didapat, didukung oleh kesuburan lahan pertanian. Yang menjadi penyebabnya adalah karena tanah tersebut mengandung abu vulkanis. Selain itu, penggarapan lahan pertanian dilakukan secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanian merupakan sektor yang dilindungi pemerintah dan menerima subsidi dalam jumlah besar.

Hasil pertanian yang dimiliki Jepang adalah berupa padi, kentang, gandum, jagung, kacang, kedelai, dan teh. Sedangkan hasil peternakan berupa babi, ayam, telur, sapi dan susu. Sayur-sayurannya adalah lobak, kubis, ketimun, tomat, wortel, bayam, dan selada.

Sedangkan buah-buahan yang banyak ditanam adalah buah jenis apel dan jeruk. Apel adalah produk unggulan Tohoku dan Hokkaido. Selain itu, buah pir merupakan produk pertanian unggulan Prefektur Tottori. Perkebunan jeruk berada tepat di Shikoku, Shizuoka, dan Kyushu. Tanaman pir dan jeruk dibawa masuk ke Jepang oleh pedagang Belanda di Nagasaki pada akhir abad ke-18 lalu.

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat dilindungi pemerintah Jepang. Beras impor dikenakan bea masuk sebesar 490% dan pembatasan kuota sebesar 7,2% dari rata-rata konsumsi beras tahun 1968 hingga 1988. Impor yang di luar kuota tidak dilarang, namun dikenakan bea masuk sebesar 341 per kilogram. Tarif bea masuk beras impor yang sekarang adalah (490%) diperkirakan akan naik menjadi 778% berdasarkan perhitungan baru yang akan diberlakukan sesuai Putaran Doha.

Walaupun Jepang biasanya dapat melakukan swasembada beras (kecuali beras untuk membuat senbei dan makanan olahan), Jepang harus mengimpor 50% dari kebutuhan konsumsi serealia. Hal ini bergantung pada impor daging. Jepang mengimpor beberapa komoditas seperti gandum, sorgum, dan kedelai dalam jumlah besar, terutama dari Amerika Serikat. Jepang adalah negara dengan pasar terbesar bagi ekspor pertanian Uni Eropa.

Sektor Perikanan

Jepang menempati urutan ke-2 di dunia di belakang Republik Rakyat Tiongkok dalam tonase penangkapan ikan (tahun 1989: 11,9 juta ton), kenaikan tipis dari 11,1 juta ton pada tahun 1980. Setelah terjadinya krisis minyak pada tahun 1973, perikanan laut dalam di Jepang menurun. Pada tahun 1980-an, total tangkapan ikan per tahunnya rata-rata 2 juta ton. Perikanan lepas pantai mencapai 50 % dari penangkapan ikan total pada akhir 1980-an, meski beberapa kali Jepang mengalami kenaikan dan penurunan.

Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu kecil, jala, atau teknik penangkaran terhitung sekitar sepertiga produksi total industri perikanan Jepang. Sementara itu, perikanan lepas pantai dengan kapal ukuran menengah terhitung sekitar lebih dari separuh produksi total. Di antara hasil laut yang diambil misalnya: sarden, cakalang, kepiting, udang, salem, cumi-cumi, kerang, tuna, saury, yellowtail, dan makerel.

Komoditas Ekspor Jepang Bernilai Tinggi!

Selain produk yang telah disebutkan di atas, Jepang juga memiliki banyak sekali komoditas untuk diekspor Beberapa komoditas tersebut adalah:

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir

Komoditas Impor Jepang dari Indonesia

Indonesia merupakan salah satu importir bagi negara Jepang. Berikut ini adalah komoditas-komoditas Indonesia yang diekspor ke Jepang:

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-ister Exportir

Komoditas Impor Jepang yang Bernilai Tinggi!

Selain mengimpor produk-produk dari Indonesia, Jepang juga mengimpor beberapa produk lainnya. Di antara produk tersebut adalah:

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir

Akses Distribusi dan Transportasi Kegiatan Ekspor Impor Jepang

Di Jepang, terdapat akses perhubungan untuk kegiatan ekspor dan impornya. Akses ini merupakan akses perhubungan ludara.

Akses Perhubungan Udara

Komoditas Ekspor Impor Jepang
Komoditas Ekspor Impor Jepang-Mister Exportir
  • Narita International Airport In Narita, Prefektur Chiba, Japan
  • Tokyo International Airport Hanedakuko, Ota City, Tokyo, Japan
  • Osaka International Airport In Hotarugaike Nishimachi, Toyonaka, Osaka, Japan
  • Kansai International Airport
  • Senshukukokita, Izumisano-shi, Osaka, Japan
  • Centrair Chubu International Airport south of Nagoya, Aichi, Japan

Demikianlah pembahasan mengenai komoditas ekspor impor Jepang. Dapat kita simpulkan bahwa Jepang merupakan negara yang maju dengan berbagai tingkat ekonominya. Selain itu, Jepang juga termasuk ke dalam negara pengekspor kendaraan bermotor di dunia. Semoga artikel ini dapat membantu kita semua. Salam Mister Exportir.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di misterexportir.com, kami membuka jasa export untuk produk-produk berkualitas dimana kami bekerjasama dengan UMKM dan supplier pabrik di seluruh indonesia. Kami juga memiliki jasa logistik, undername, custom clearence, dll.

Selain itu, Kami juga memfasilitasi para seller di Indonesia dari segi keuangan/ Finance untuk memudahkan pihak seller dalam aktivitas transaksi jual beli.

Copyright © Misterexportir.com