Inilah Potensi Komoditas Expor Indonesia Wilayah Yogyakarta yang Wajib Diketahui!

Inilah Potensi Komoditas Expor Indonesia Wilayah Yogyakarta yang Wajib Diketahui!

Komoditas expor Indonesia wilayah Yogyakarta- Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang terkenal dengan makanan gudegnya. Selain itu, provinsi ini juga memiliki banyak tempat wisata menarik yang sering dikunjungi turis mancanegara. Malioboro merupakan ikon abadi provinsi ini yang menjadi tujuan utama bagi para travelers jika berkunjung ke Yogyakarta.

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta
Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta-Mister Exportir

Selain menjadi provinsi yang terkenal dengan pariwisatanya, Yogyakarta juga ternyata daerah yang kerapkali bersain di pasar ekspor dunia. Hal ini dibuktikan dengan adanya neraca dagang yang menunjukkan bahwa komoditas ekspornya jauh lebih banyak dibandingkan dengan komoditas impornya. Data tersebut berdasarkan riset potensi daerah yang dilakukan pada tahun 2017.

Jika ternyata Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan wilayah Indonesia yang mengekspor berbagai komoditas ke pasar ekspor dunia, maka apa saja yang menjadi komoditas ekspornya? Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas secara te=untas mengenai komoditas ekspor Indonesia wilayah Yogyakarta. Simak baik-baik, ya Sahabat Mister Exportir.

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta

Berdasarkan data ekspor menurut Mata Dagangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2017, tercatat ada 20 komoditas di Yogyakarta. Diantaranya adalah:

  1. Pakaian jadi dengan volume 2,20 juta kg dan nilai 67,17 juta USD.
  2. Sarung tangan kulit dengan volume 0,79 juta kg dan nilainya sebesar 42,63 juta USD.
  3. Mebel kayu dengan volume 21,02 juta kg dan nilainya sebesar 59,07 juta USD.
  4. STK Sintesis dengan volume 0,22 juta kg dan nilainya sebesar 10,33 juta USD.
  5. Atsiri daun cenngkeh dengan volume 1,28 juta kg dan nilainya sebesar 23,01 juta USD.
  6. Kerajinan kayu dengan volume 3,93 juta kg dan nilainy sebesar 8,39 juta USD.
  7. Kerajinan kertas dengan volume 2,43 juta kg dan nilainy sebesar 9,15 juta USD
  8. Papan kemas dengan volume 7,62 dan nilainya sebesar 7,67 juta USD.
  9. Kulit Disamak dengan volume 0,09 juta kg dan nilainya sebesar 3,72 juta USD.
  10. Produk tekstil lainnya dengan volume 1,09 juta kg dan nilainya sebesar 8,54 USD.
  11. Teh hijau dengan volume 1,04 juta kg dan nilainya sebesar 2,58 juta USD.
  12. Kerajinan perak dengan volume 0,003 juta kg dan nilainya sebesar 1,12 juta USD.
  13. Kerajinan kulit dengan volume 0,00006 juta kg dan nilainya sebesar 0,93 juta USD.
  14. Arang Briket dengan volume 1,57 juta kg dan nilainya sebesar 1,53 juta USD.
  15. Kerajinan Tanah Liat dengan volume 0,87 juta kg dan nilainya sebesar 1,07 juta USD.
  16. Kerajinan Bambu dengan volume 0,70 juta kg dan nilainya sebesar 0,63 juta USD.
  17. Lampu dengan volume 0,01 juta kg dan nilainya sebesar 0,04 juta USD.
  18. STK Kombinasi Poliurethan dengan volume 0,001 juta kg dan nilainya sebesar 0,06 juta USD.
  19. Kerajinan Batu dengan volume 6,24 juta kg dan nilainya sebesar 6,14 juta USD.
  20. Komoditi lain dengan volume 7,96 juta kg dan nilainya sebesar 42,58 juta USD.

Sumber Daya Alam Yogyakarta yang Berpotensi Besar di Pasar Ekspor

Selain menjadi provinsi dengan destinasi pariwisata yang memanjakan para pengunjung, ternyata Yogyakarta ini juga memiliki potensi besar di pasar ekspor. Hal ini tidak lain adalah karena sumber daya alamnya yang melimpah ruah. Dalam sebuah riset daerah pada tahun 2017 dan data Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka 2018, tercatat ada empat sektor sumber daya alam yang menjanjikan. Di antara keempat sumber daya ala tersebut adalah:

1. Pertanian (Agriculture)

Pertanian merupakan aspek yang paling diperhitungkan dalam pasar ekspor karena manfaatnya yang tak diragukan lagi. Bidang pertanian ini terbagi ke dalam empat sektor, yaitu pangan, sayuran, buah-buahan, dan perkebunan. Berikut di bawah ini adalah rincian-rincian sektor di bidang pertanian.

Pangan

Sektor pangan ini didominasi oleh padi sawah dengan penyumbang terbesar adalah dari Kabupaten Sleman dengan luas panen sekitar 50.391,5 hektare. Tidak heran jika sektor ini menduduki peringkat pertama, karena memang kebutuhan akan padi memanglah sangat tinggi. Negara tujuan dari ekspor komoditas ini adalah Malaysia, Singapura, Australia, Jerman, Italia, Belgia, dan Amerika Serikat.

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta
Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta-Mister Exportir

Selain padi sawah, sektor pangan ini juga diisi oleh kacang tanah. Daerah penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Gunung Kidul dengan luas panen sekitar 61.576,6 hektare. Sektor pangan ini memiliki negara tujuan seperti Amerika Serikat yang lebih mendominasi.

Sayuran

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta
Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta-Mister Exportir

Sektor ini juga memiliki potensi jual di pasar ekspor. Produk dari sektor ini didominasi oleh Jamur dari Kabupaten Sleman. Dengan luas panen sebesar 84.517 hektar ini, berhasil mengantarkan Yogyakarta untuk bersaing di pasar ekspor dunia. Selain jamur, cabai merah yang berasal dari Kulon Progo ini memiliki daya saing yang kuat. Terbukti dengan luas panen sebesar 1.951 hektar, Kulon Progo dapat memasarkan produk andalannya di pasar ekspor dunia.

Buah-buahan

Produksi buah-buahan menurut Kabupaten/Kota di Yogyakarta tahun 2017 ini menunjukkan bahwa buah mangga yang berasal dari Kabupaten Sleman ini paling dominan di antara semuanya. Setelah mangga, buah lainnya yang juga mendominasi adalah buah pisang dari Kabupaten Kulon Progo. Kedua buah ini memiliki jumalh yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan buah-buah yang lainnya. Oleh karena tu, dapat disimpulkan bahwa dalam pasar ekspor ini, para konsumen sudah menilai bahwa produk buah-buahan dari Yogyakarta memiliki kualitas yang baik.

Perkebunan

Dari data riset daerah 2017, Kabupaten Sleman ini merupakan penyumbang terbesar di bidang pertanian. Hal ini terbukti dari dominasi produk yang dihasilkannya, mulai dari pangan hingga perkebunan. Di sektor perkebunan sendiri, Kabupaten Sleman menyumbang hasil panen kelapanya dari luas tanaman sekitar 15.928,42 hektar. Setelahnya, daerah yang juga menyumbang dalam sektor pekebunan ini adalah produk cengkeh yang berasal dari Kulon Progo.

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta
Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta-Mister Exportir

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian ini sangat ikut andil dengan adanya pasar ekspor dunia. Hal ini terbukti dari banyaknya produk yang diekspor dan ditujukan pada negara-negara maju di luar negeri sana.

Peternakan

Dalam sektor sumber daya alam ini, peternakan ini dibagi ke dalam dua bidang, yaitu ternak dan unggas. Di bidang ternak, Gunung Kidul merupakan kabapaten yang mendominasi dengan hewan kabing yang mencapai 182.854 ekor. Negara tujuan ekspornya adalah Malaysia dan negara-negara ASEAN.

Setelah kambing yang berasal dari Gunungkidul, domba yang berasal dari Sleman ini menyusul dengan angka 84.100 ekor. Kedua hewan ini menjadi hewan ini menajdi hewan yang paling mendominasi sehingga Daerah Istimewa Yogyakarta dapat bersaing di pasar ekspor dunia.

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta
Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta-Mister Exportir

Selain kedua hewan tersebut di atas, masih banyak lagi hewan-hewan ternak yang diekspor meskipun jumlahnya tidak lebih banyak dari kambing dan domba. Di antara hewan-hewan tersebut adalah sapi perah, sapi potong, kerbau, babi, dan kuda. Banyaknya hewan yang diekspor ini menunjukkan bahwa sumber daya alam di Yogyakarta ini memiliki nilai jual yang berkualitas tinggi.

Selanjutnya, dalam bidang unggas, sector peternakan ini diunggulkan oleh adanya ayam pedaging yang berasal dari Kabupaten Sleman. Jumlah ayam pedaging ini mencapai 2.204.750 ekor. Kemudian, kabupaten Sleman juga mengekspor ayam kampung dengan jumlahnya yang mencapai 1.702.380 ekor. Dari data tersebut di atas, hal ini dapat disimpulkan bahwa antara hewan ternak dan unggas ini sama-sama memiliki kualitas yang baik sehingga dapat bersaing di pasar ekspor dunia.

Perikanan

Sebelumnya telah dipaparkan bahwa pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam sumber daya alam yang diekspor di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, perikanan juga berperan aktif dalam menyumbangkan hasilnya untuk diekspor. Produk dari bidang ini adalah berbagai budidaya daya di perairan, salah satunya adalah budaya kolam dengan harga jual sebesar Rp. 983.731.800.000 yang dilakukan oleh kabupaten Sleman.

Selain budidaya kolam, kabupaten Sleman juga mengekspor beberapa bidang perikanan, seperti jarring apung, tambak, karamba, dan telaga.

Industri

Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta
Komoditas Ekspor Indonesia Wilayah Yogyakarta-Mister Exportir

Di bidang industri sendiri, Daerah Istimewa Yogyakarta mengekspor banyak sekali produk. Di antara produk tersebut adalah makanan, minuman, pengolahan tembakau, tekstil, pakaian jadi, kertas, bahan kimia, dan lainnya. Dari beberapa produk tersebut, yang paling mendominasi adalah produk pakaian jadi. Hal ini menunjukkan bahwa di Yogyakarta ini tersimpan banyak sekali produk yang bisa diekspor di pasar ekspor dan menghasilkna pendapatan yang besar.

Nah, sahabat Mister Eportir, bagaiman pemaparan komoditas ekspor Indonesia wilayah Yogyakarta di atas? Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Indonesia bisa lebih meningkatkan lagi kegiatan ekspornya sehingga perekonomian di Indonesia dapat terbantu dengan adanya kegiatan ekspor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di misterexportir.com, kami membuka jasa export untuk produk-produk berkualitas dimana kami bekerjasama dengan UMKM dan supplier pabrik di seluruh indonesia. Kami juga memiliki jasa logistik, undername, custom clearence, dll.

Selain itu, Kami juga memfasilitasi para seller di Indonesia dari segi keuangan/ Finance untuk memudahkan pihak seller dalam aktivitas transaksi jual beli.

Copyright © Misterexportir.com