Cara Membuat Business Plan (Rencana Bisnis), Format dan Langkahnya

Cara Membuat Business Plan (Rencana Bisnis), Format dan Langkahnya

Cara membuat business plan (rencana bisnis) mungkin belum banyak diketahui. Padahal, business plan ini merupakan salah satu hal yang cukup penting saat kita akan memulai sebuah usaha.

Business plan atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan rencana bisnis adalah dokumen tertulis yang menjelaskan terkait perencanaan bisnis yang akan dikelola, mulai dari tujuan, strategi, penjualan, pemasaran, dan perkiraan keuangan.

Seorang wirausahawan membutuhkan business plan salah satunya untuk mengamankan investasi atau pinjaman dari bank.

Meskipun business plan ini terbilang cukup penting dalam sebuah pembuatan usaha, namun ternyata masih banyak juga lho calon wirausahawan yang belum mengetahui cara pembuatannya.

Nah, berikut ini Mister Exportir punya solusi cara membuat business plan yang efektif dan wajib banget untuk disimak.

cara membuat business plan

Fungsi Business Plan

Seperti yang disebutkan di awal, business plan atau rencana bisnis ini punya manfaat yang cukup besar terutama untuk menambah permodalan.

Selain itu, masih ada beberapa fungsi lainnya dari business plan yang tidak kalah pentingnya dari rencana keuangan. Berikut ini beberapa fungsi business plan.

  1. Memperjelas ide bisnis
  2. Menemukan masalah potensial, hambatan, dan halangan yang akan dihadapi
  3. Menentukan tujuan atau goals bisnis
  4. Mengukur kemajuan dan perkembangan bisnis.
  5. Dapat membantu meyakinkan pelanggan, pemasok, dan calon karyawan untuk bisnis yang akan dibuat.

Selain fungsinya, business plan ini juga memiliki tujuan yang penting.

Tujuan utama dari business plan adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menganalisis peluang bisnis dan/atau bisnis yang sudah berjalan, memeriksa kelayakan teknis, ekonomi dan keuangannya.

Cara Membuat Business Plan

Cara membuat business plan atau rencana bisnis ini memang susah-susah gampang.

Sebuah business plan yang baik dapat memandu seorang wirausahawan untuk menyusun, menjalankan, dan mengembangkan bisnis baru.

Pada faktanya, tidak ada cara yang benar atau salah untuk menulis sebuah business plan. Yang penting adalah bahwa rencana bisnis tersebut dapat memenuhi kebutuhan.

Secara umum, format business plan terbagi menjadi dua garis besar yaitu business plan tradisional (Traditional business plan format) dan lean startup format.

Traditional business plan format lebih umum, menggunakan struktur standar, dan lebih detail di setiap bagian. Format ini cenderung membutuhkan lebih banyak penjelasan dan bisa mencapai puluhan halaman.

Sementara itu, lean startup format jarang dipakai, tetapi masih menggunakan struktur standar. Format ini fokus meringkas hanya poin terpenting dari elemen kunci rencana sebuah usaha dan biasanya hanya berisi satu halaman dengan waktu pembuatan yang cukup cepat.

traditional business plan

Traditional Business Plan Format

Bagi wirausahawan yang lebih berorientasi pada detail, pilihan format traditional business plan merupakan pilihan yang tepat. Selain karena lebih memuat rencana bisnis yang jelas, format ini juga lebih komprehensif.

Format traditional business plan menggunakan 9 kombinasi bagian, yaitu sebagai berikut.

  1. Executive Summary (Ringkasan)

Dalam bagian ini, secara singkat informasikan mengenai detail bisnis dan tujuan dari pendirian perusahaan.

Sertakan pernyataan misi, produk atau layanan, dan informasi dasar tentang tim kepemimpinan, karyawan, dan lokasi perusahaan. Sertakan juga informasi keuangan dan rencana perkembangan perusahaan tersebut .

  1. Deskripsi Perusahaan (Company Profile)

Deskripsi perusahaan berguna untuk memberikan informasi rinci tentang perusahaan yang akan dibangun. Bagian ini memuat juga tentang detail masalah bisnis yang akan dipecahkan.

Saat membuat deskripsi perusaah, cobalah lebih spesifik dan buat daftar konsumen, organisasi, atau bisnis yang akan dilayani oleh perusahaan kita nantinya.

Deskripsi perusahaan adalah tempat yang tepat untuk membanggakan kekuatan bisnis kita.

  1. Analisis Pasar

Untuk membuat sebuah bisnis, kita memerlukan pemahaman yang baik tentang prospek industri dan target pasar. Lakukan riset kompetitif untuk membandingkan bisnis kita dengan kompetitor.

Dalam riset pasar, carilah tren dan tema yang sesuai dan cocok dengan konsumen.

  1. Organisasi dan Manajemen

Pada bagian ini, informasikan terkait struktural perusahaan dan siapa saja yang akan menjalankan bisnis nantinya.

Gunakan bagan organisasi untuk menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas tugas masing-masing di perusahaan yang akan kita buat. Tunjukkan bagaimana pengalaman unik setiap orang akan berkontribusi pada keberhasilan usaha tersebut.

Selain itu, pertimbangkan juga untuk menyertakan resume dan CV dari anggota kunci tim yang terdaftar.

  1. Layanan atau Lini Produk

Pada bagian ini, jelaskan produk atau layanan yang akan kita tawarkan. Jelaskan keunggulan produk tersebut hingga menguntungkan pelanggan dan seperti apa siklus hidup produk tersebut.

  1. Pemasaran dan Penjualan

Tidak ada cara tertentu untuk strategi pemasaran karena strategi itu harus berkembang dan berubah agar sesuai dengan kebutuhan kita.

Tujuan bagian ini adalah untuk menjelaskan cara kita menarik dan mempertahankan pelanggan. Jelaskan juga bagaimana penjualan akan benar-benar terjadi nantinya.

  1. Permintaan Pendanaan

Jika tujuan business plan kita adalah untuk meminta pendanaan, di sinilah kita akan menguraikan persyaratan pendanaan tersebut. Pada bagian ini, jelaskan berapa banyak dana yang kita perlukan selama lima tahun ke depan dan untuk apa kita akan menggunakannya.

Tentukan apakah dana yang kita inginkan adalah bentuk utang atau ekuitas, persyaratan yang ingin diterapkan, dan jangka waktu perwujudannya. Berikan penjelasan rinci tentang rancangan pengeluaran.

Sertakan juga deskripsi rencana keuangan strategis masa depan, seperti melunasi utang atau menjual bisnis.

  1. Proyeksi Keuangan

Lengkapi permintaan pendanaan dengan proyeksi keuangan. Hal ini untuk meyakinkan pembaca bahwa bisnis kita stabil dan akan sukses secara finansial.

Jika bisnis sudah mapan, sertakan laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas selama tiga hingga lima tahun terakhir. Tuliskan juga prospek keuangan yang prospektif untuk lima tahun ke depan.

Sertakan perkiraan laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan anggaran belanja modal. Untuk tahun pertama, lebih spesifik dan gunakan proyeksi triwulanan atau bahkan bulanan. Pastikan untuk menjelaskan proyeksi keuangan dengan jelas, dan sesuaikan dengan permintaan pendanaan.

Bagian ini adalah tempat yang tepat untuk menceritakan kisah keuangan bisnis kita, terutama dengan menggunakan grafik dan bagan.

  1. Lampiran

Bagian lampiran digunakan untuk menyertakan dokumen pendukung atau bahan lain yang diminta secara khusus. Beberapa di antaranya adalah sejarah kredit, resume, gambar produk, surat referensi, lisensi, izin, paten, dokumen hukum, dan kontrak lainnya.

lean startup format

Lean Startup Format

Format ini sangat cocok saat kita ingin menjelaskan atau memulai bisnis dengan cepat, relatif sederhana, atau jangka pendek.

Format lean startup adalah bagan yang hanya menggunakan beberapa elemen untuk menggambarkan proposisi nilai, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan dari perusahaan.

Dalam model lean startup format, ada sembilan komponen rencana bisnis yaitu berikut ini.

  1. Kemitraan Utama (Key Partnerships)

Catat bisnis atau layanan lain yang akan kita tangani untuk menjalankan bisnis. Pikirkan tentang pemasok, produsen, subkontraktor, dan mitra strategis serupa.

  1. Kegiatan Utama (Key Activities)

Bagian ini berisi daftar cara mendapatkan keunggulan kompetitif untuk bisnis kita. Soroti hal-hal seperti menjual langsung ke konsumen atau menggunakan teknologi dan kelebihan serta kekurangannya.

  1. Sumber Daya Utama (Key Resources)

Buat daftar sumber daya apa pun yang akan kita manfaatkan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Hal ini mencakup staf, modal, atau kekayaan intelektual.

  1. Proposisi Nilai (Value Proposition)

Buat pernyataan yang jelas dan meyakinkan tentang nilai unik yang dibawa perusahaan kita ke pasar.

  1. Konsumen (Customer Relationships)

Jelaskan bagaimana cara pelanggan akan berinteraksi dengan bisnis yang akan kita bangun. Baik otomatis atau pribadi, secara langsung, maupun secara online. Pikirkan pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir.

  1. Segmen Pelanggan

Bagian ini memuat informasi spesifik tentang target pasar bisnis yang akan dibangun. Sangat penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa yang akan dilayani oleh bisnis kita.

  1. Saluran (Channels)

Buat daftar cara terpenting untuk kontak dengan pelanggan. Sebagian besar bisnis menggunakan saluran yang banyak dan mengoptimalkannya dari waktu ke waktu.

  1. Struktur Biaya

Pada bagian ini, tentukan apakah perusahaan kita fokus pada pengurangan biaya atau memaksimalkan nilai? Tentukan strategi, lalu buat daftar biaya paling signifikan yang akan kita hadapi untuk mengejarnya.

  1. Aliran Pendapatan (Revenue Streams)

Jelaskan bagaimana perusahaan benar-benar akan menghasilkan uang. Beberapa contohnya adalah penjualan langsung, biaya keanggotaan, dan penjualan ruang iklan.

Follow Me:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di misterexportir.com, kami membuka jasa export untuk produk-produk berkualitas dimana kami bekerjasama dengan UMKM dan supplier pabrik di seluruh indonesia. Kami juga memiliki jasa logistik, undername, custom clearence, dll.

Misterexportir.com adalah brand ekspor resmi dari PT. Triton Nusantara Tangguh. Selain jasa ekspor kami juga membantu client kami mendapatkan banyak buyer dari luar negeri.

download

google-play-badge