Pengertian Investor

Pengertian Investor

Dalam dunia keuangan, kita kerap kali mendengar kata investor. Nah, sebenarnya apa sih pengertian investor?

Menurut KBBI, investor adalah penanam uang atau modal. Maksudnya adalah orang yang menanamkan uangnya dalam usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Sedangkan menurut Nasarudin dan Surya di buku Aspek Hukum Pasar Modal, investor adalah suatu pihak baik perorangan atau lembaga yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri yang melakukan suatu kegiatan investasi yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek.

Kesimpulannya adalah investor merupakan orang atau lembaga yang melakukan investasi ke dalam suatu hal dengan tujuan untuk membuat keuntungan finansial.

Sedangkan suatu hal atau tempat dimana investor menginvestasikan uangnya dinamakan investee.

Investee disini bisa berupa orang atau perusahaan yang nantinya akan mengolah dana investasi yang sudah diberikan oleh investor.

Jadi, jika kamu melakukan penanaman modal investasi kepada seseorang atau perusahaan yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan, maka kamu sudah bisa disebut investor.

Jika dilihat dari sudut pandang bisnis, investor dan investee ini saling bergantung satu sama lain.

Investor mengeluarkan sejumlah modal ke investee dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Di lain sisi, investee pun membutuhkan modal untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya agar lebih untung.

Investee pun akan menggunakan modal yang telah diberikan investor untuk kemudian mengolahnya dengan menjalankan usahanya.

Jika kemudian orang atau perusahaan investee berhasil mendapatkan keuntungan dari modal yang diberikan investor, maka sang investor pun akan mendapatkan keuntungan juga karena modal yang diberikan ke investee nantinya akan dikembalikan ke investor beserta keuntungannya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Investor

hal hal yang perlu diperhatikan investor
source: freepik

Sebelum memulai investasi, khususnya kamu yang ingin menjadi investor, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal-hal yang diperhatikan tersebut adalah:

1. Tujuan Investasinya

Memang benar bahwa tujuan investor melakukan investasi adalah mendapat keuntungan. Dengan harapan bahwa sang investor bisa mendapat sekian persen keuntungan dari investasi yang sudah dilakukannya.

Hal tersebut tentu dapat mewujudkan mimpi investor untuk meraih kebebasan finansial dengan passive income dimana kebutuhan hidup investor bisa terpenuhi melalui investasi yang dilakukannya.

Selain itu, beberapa investor ternyata memiliki maksud lain dalam melakukan investasi. Yakni, mereka ingin melihat usaha investee bisa berkembang dengan investasi yang sudah dilakukan.

Atau, kemungkinan lainnya adalah sebagai jaminan bisnis. Dalam hal ini biasanya investor memberikan investasinya kepada supplier, dengan maksud agar supplier bisa terus memasok bahan baku kepada investor.

2. Jangka Waktu Investasinya

Selanjutnya, investor biasanya sudah mematok jangka waktu untuk mereka melakukan investasi. Karena tujuan utama investor adalah mencari keuntungan, maka sebelumnya mereka sudah menentukan berapa lama hasil dari investasi yang dilakukan akan diambil lagi.

Jika investor menginginkan hasil yang cepat, yaitu dengan waktu kurang dari satu tahun, maka ini disebut investasi jangka pendek.

Sedangkan jika waktu investasi dilakukan dalam kurun waktu satu sampai tiga tahun disebut investasi jangka menengah.

Lalu, jika investor bersedia melakukan investasi dengan waktu lebih dari empat tahun, hal ini disebut investasi jangka panjang.

3. Resiko dari Investasi Tersebut

Ketika melakukan investasi, hal yang paling krusial untuk diperhatikan adalah resiko. Karena investor mempercayakan uang investasi mereka kepada investee untuk diolah. Nilai dari investasi ini bisa naik dan bisa juga turun.

Ketidakpastian ini lah yang berpotensi memberi dampak negatif kepada investor dimana hal ini bisa menimbulkan kerugian jika tidak diperhatikan.

Jenis-Jenis Investor

jenis jenis investor
source: freepik

Melihat hal ini, maka biasanya investor memiliki preferensi tersendiri terhadap resiko dalam menginvestasikan uangnya. Nah, berikut ini adalah jenis jenis investor berdasarkan preferensi resiko:

1. Konservatif/Risk Averse

Investor dengan profil konservatif biasanya menghindari investasi yang memiliki resiko kerugian yang tinggi.

Maka dari itu, investor jenis ini lebih memilih produk investasi yang tidak terlalu beresiko meskipun hasil investasi yang nantinya didapat tidak memiliki keuntungan besar.

Contoh investor konservatif adalah investor yang melakukan investasi pada deposito berjangka, emas, surat berharga, atau peer-to-peer lending.

2. Moderat/Risk Medium

Investor dengan profil moderat biasanya akan memilih produk investasi yang seimbang dan bisa memberikan keuntungan yang stabil.

Produk investasi yang diambil cenderung memiliki resiko yang sedang dengan harapan akan mendapatkan hasil yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

Contoh investor moderat adalah investor yang menanamkan investasinya di reksa dana pendapatan tetap atau obligasi.

3. Agresif/Risk Taker

Sedangkan investor dengan profil agresif, mereka merupakan investor yang berani mengambil resiko besar.

Investor jenis ini tidak takut akan kehilangan uang investasinya. Karena yang terpenting bagi mereka adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Sehingga produk investasi yang mereka ambil biasanya produk yang memiliki potensi keuntungan yang besar.

Contoh investor agresif adalah investor yang berinvestasi di saham, properti, atau valas.

Dari ketiga jenis investor tersebut, terdapat pola yang terlihat. Yaitu, produk investasi dengan resiko kerugian yang rendah berkemungkinan untuk memperoleh hasil yang kecil.

Sebaliknya, semakin tinggi resiko kerugian dari sebuah produk investasi, maka semakin besar juga keuntungan yang nantinya akan didapat jika berhasil.

Investor di Indonesia

investor di indonesia
source: okezone

Pada umumnya, masyarakat di Indonesia pada saat ini masih belum melek dengan yang namanya investasi.

Liyanto Sudarso, selaku Co-Founder Super Fund Trader Community mengatakan bahwa hanya 1% penduduk Indonesia yang mengerti dan melakukan investasi di instrumen pasar modal.

Data di Bursa Efek Indonesia juga menunjukan bahwa jumlah single investor identification di Indonesia hanya berjumlah 2,28 juta. Hal tersebut hanya 1,09% dari jumlah penduduk usia produktif Indonesia yaitu 208 juta jiwa.

Hal-hal tersebut disebabkan karena jika mendengar kata investasi maka yang terbesit dalam pikiran banyak orang adalah modal yang besar serta keuntungan yang tidak pasti.

Maka dari itu, orang Indonesia masih mengandalkan cara klasik untuk menyimpan uang, yaitu dengan menabung di bank.

Padahal jika dihitung-hitung, menabung di bank justru ada kemungkinan merugi. Sebab, menabung di bank dapat dikenakan biaya administrasi tiap bulannya.

Manfaat Menjadi Investor

manfaat menjadi investor
source: unsplash

Nah maka dari itu, untuk kamu yang masih mengandalkan menabung di bank, cobalah beralih menjadi investor untuk memaksimalkan kondisi finansialmu. Dengan menjadi investor, kamu mendapatkan manfaat yaitu:

1. Meningkatkan Aset dan Kekayaan

Seperti yang sudah disebutkan, tujuan utama menjadi investor adalah mendapatkan keuntungan. Keuntungan ini didapat dari suku bunga yang ditawarkan dari berinvestasi atau nilai yang bertambah dari harga awal kamu membelinya.

2. Melindungi Keuanganmu dari Inflasi

Di Indonesia, perekonomiannya cenderung mengalami inflasi tiap tahunnya. Jika kamu hanya mengandalkan menabung, nilai uang kamu justru akan melemah karena terjadinya inflasi ini.

Maka, jalan yang mesti kamu tempuh adalah dengan menjadi investor. Karena nilai uang kamu akan mengikuti inflasi yang terjadi dan justru bisa meningkat.

3. Memenuhi Kebutuhan di Masa Mendatang

Menjadi investor adalah cara cerdas untuk menabung. Karena uang yang kamu tanamkan ini nilainya semakin besar seiring dengan banyaknya uang yang terus kamu investasikan.

Sehingga dari banyaknya investasi yang kamu lakukan, di kemudian hari uang investasi ini bisa kamu gunakan untuk keperluan kamu.

Semoga informasi kami mengenai pengertian investor bermanfaat untuk kamu yang ingin memulai menjadi investor. Jangan lupa share jika artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

Mister Exportir adalah brand resmi dari PT Triton Nusantara Tangguh. Membantu para eksportir mengirimkan barang mereka ke Mancanegara.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-8128-8361-396

Copyright © 2017 Misterexportir