Potensi Ekspor Buah Matoa, Manfaat dan Fakta Uniknya

Potensi Ekspor Buah Matoa, Manfaat dan Fakta Uniknya

Potensi ekspor buah matoa dari Indonesia kini sedang mengalami peningkatan. Buah ini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang bernilai tinggi.

Saat ini, nama buah matoa masih tergolong asing didengar di masyarakat. Namun berbagai lembaga pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan produksi buah ini mengingat potensinya yang luar biasa.

Buah matoa memiliki nilai jual tinggi karena manfaatnya yang sangat besar untuk kesehatan.

Selain itu, buah ini juga juga tergolong langka karena cara perawatannya yang termasuk sulit untuk dilakukan.

ekspor buah matoa

Fakta Unik Buah Matoa

Bagi kamu yang penasaran akan buah ini, simak 9 fakta unik buah matoa yang memiliki peluang besar untuk menjadi komoditas ekspor unggulan dari Indonesia berikut ini.

  1. Menjadi identitas flora Papua

Buah matoa merupakan buah khas asal Papua. Buah ini tumbuh subur di wilayah beriklim tropis.

Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua, buah matoa menjadi identitas flora Papua dengan beberapa karakterisasi.

Karakterisasi buah matoa dibagi berdasarkan tempat tumbuhnya, seperti buah matoa yang tumbuh di perkampungan Hebeaibulu (Distrik Heram), matoa yang tumbuh di Kampung Besum (Distrik Namblong), matoa yang tumbuh di Kampung Yakotim (Distrik Kemtuk Gresi), matoa yang tumbuh di Kampung Harapa (Distrik Sentani Timur), dan matoa yang tumbuh di Kampung Sere (Distrik Sentani Tengah).

Kelima daerah tersebut menghasilkan karakterisasi buah matoa yang berbeda seperti perbedaan tekstur buah, perbedaan lebar daun, dan perbedaan rasa.

Namun secara keseluruhan, masyarakat Papua membedakan buah matoa berdasarkan tekstur buah atau salut biji (arilius).

Beberapa jenis buah matoa yang dikenal masyarakat Papua adalah matoa kelapa dan matoa papeda.

Matoa kelapa memiliki salut biji yang kenyal menyerupai selaput bagian dalam kelapa muda serta mudah lepas dari biji, sedangkan matoa papeda memiliki salut biji lembek menyerupai kekenyalan dari makanan khas Papua yakni papeda serta cenderung lengket.

Selain itu, buah matoa juga dibedakan berdasarkan warna kulit buahnya di antaranya Emme Bhanggahe (matoa kulit merah), Emme Anokhong (matoa kulit hijau), dan Emme Khabhelaw (matoa kulit kuning).

  1. Langka dan bernilai jual tinggi

Buah matoa termasuk ke dalam golongan buah yang mahal harganya. Buah ini dijual dengan rentang harga sekitar Rp50.000 hingga Rp80.000 per satu kilogram.

Namun, harga tersebut dapat berbeda bagi setiap jenis buah matoa yang ditawarkan. Tercatat harga paling tinggi adalah untuk jenis matoa kelapa yang dibandrol dengan harga Rp150.000 per kilogram.

Harga jual buah matoa menjadi mahal karena beberapa faktor. Salah satunya karena buah ini tergolong langka dan tidak bisa tumbuh di sembarang tempat.

Selain itu, cara perawatan buah matoa juga tergolong cukup sulit karena hanya bisa dipanen satu kali setahun dan hanya berkembang dengan baik di daerah dengan ketentuan khusus.

Pohon matoa tergolong besar dan hanya tumbuh di daerah dengan kondisi tanah kering dengan lapisan tanah tebal serta iklim dengan curah hujan tinggi.

Tanaman ini umumnya tumbuh secara alami di tanah datar bertekstur liat sehingga pada waktu hujan akan sedikit tergenang air.

Seperti halnya buah tropis lain, masa panen buah matoa terjadi pada bulan Oktober-Desember.

  1. Punya banyak manfaat kesehatan

sehat

Meskipun langka dan harganya mahal, buah matoa tetap menjadi primadona yang diburu oleh banyak orang.

Hal ini karena buah matoa memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan buah matoa adalah sebagai berikut.

Mencegah kanker

Buah matoa memiliki kandungan vitamin dan mineral seperti vitamin E, vitamin C, glukosa, dan kalsium.

Selain itu, buah matoa juga mengandung antioksidan dalam jumlah yang tinggi. Antioksidan merupakan kandungan yang dapat menangkal radikal bebas.

Radikal bebas dapat memicu aktifnya sel kanker.

Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, buah matoa memiliki potensi untuk mengurangi risiko kanker.

Menurunkan kadar gula darah

Buah matoa mengandung senyawa fenolik yang berfungsi untuk menurunkan penyerapan gula darah di usus.

Oleh karena itu, buah matoa baik dikonsumsi untuk melindungi tubuh dari penyakit diabetes.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ekstrak buah matoa dapat dimanfaatkan untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Melancarkan pencernaan

Sebelum memasuki era modern, buah matoa telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu melancarkan pencernaan.

Kadar antioksidan yang tinggi dalam buah matoa dapat dengan mudah diserap oleh usus sehingga mampu meningkatkan jumlah bakteri baik dan mencegah pertumbuhan bakteri jahat di dalam usus.

Menyehatkan kulit

Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuhbagian dalam, ternyata buah matoa juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan kulit.

Buah matoa dipercaya mampu memperbaiki kulit dari paparan sinar UV yang merupakan penyebab dari kerusakan kulit.

Kandungan vitamin C dan vitamin E di dalam buah ini juga turut menyumbang manfaat dan membuat kulit menjadi lembab dan elastis.

Di samping itu, kandungan antioksidan juga terbukti dapat mempercepat regenerasi sel kulit sehingga membuat kulit tampak lebih awet muda.

Selain itu, buah matoa juga dipercaya dapat mengatasi jerawat.

Hal ini disebabkan oleh kandungan probiotik buah matoa yang dapat mencegah timbulnya jerawat.

Menghilangkan stres

Kandungan vitamin E dalam buah matoa dapat membantu menghilangkan stres.

Vitamin E dan senyawa lainnya dalam buah matoa dapat menjadi obat penenang alami.

Selain itu, buah matoa juga mengandung zat yang bersifat diuresis yaitu zat yang akan meningkatkan jumlah cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh.

Dengan begitu, kadar cairan yang terlalu banyak dapat kembali normal sehingga tekanan darah mengalami penurunan.

  1. Memiliki segudang manfaat lain

kayu

Selain sebagai bahan konsumsi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, pohon matoa juga mempunyai banyak manfaat lainnya.

Batang kayu pohon matoa dapat digunakan sebagai bahan bangunan konstruksi ringan.

Hal ini disebabkan karena pohon matoa merupakan jenis pohon yang tergolong besar dengan tinggi mencapai 20—40 meter dan diameter mencapai 100 sentimeter.

Selain itu, biji matoa juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan sementara kulit batangnya dapat digunakan sebagai bahan pewarna kain.

Tak sampai di situ saja, matoa juga dapat dimanfaatkan dalam proses pengobatan beberapa penyakit.

Diketahui bahwa kulit batang matoa dapat dimanfaatkan untuk mengobati luka bakar dan bernanah, serta dapat juga digunakan untuk mengobati demam, cacar ayam, sakit perut, diare, disentri, batuk, sembelit, penyakit tulang, otot, sendi, sakit kepala, flu, dan bisul.

  1. Memiliki cita rasa yang unik

Buah matoa memiliki nama latin pometia pinnata memiliki bentuk buah yang mirip dengan rambutan serta lengkeng.

Tekstur daging buahnya juga mirip dengan leci, lengkeng, dan rambutan.

Cita rasa buah matoa sangat unik. Buah ini disebut-sebut punya rasa campuran dari rambutan, lengkeng, dan durian sekaligus.

Hal ini terjadi karena buah matoa termasuk ke dalam keluarga rambutan-rambutanan (Sapindaceae) sehingga rasanya masih berkaitan dengan jenis buah yang satu famili dengannya.

Rasa yang manis dan legit inilah yang membuat buah matoa disukai oleh banyak orang.

Potensi Ekspor Buah Matoa dari Indonesia

ekspor

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI No.160/Kpts/SR.120/3/2006, buah matoa telah ditetapkan sebagai buah unggul yang patut dibudidayakan.

Dengan beragam manfaat dan keunikannya, buah matoa memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan ladang usaha.

Apalagi pada tahun 2012, nama matoa mulai terkenal usai hadirnya sebuah merk produk eco watch yang menggunakan tanaman ini sebagai nama brand produk lifestyle asli.

Saat ini, buah matoa mulai kembali menemukan kejayaannya di pasar nasional dan internasional.

Sebagai tanaman tropis asal Indonesia, buah ini menjadi primadona yang dapat menambah nilai ekonomi di masyarakat Papua.

Tak sampai di situ saja, sebagai buah kaya khasiat yang hanya tumbuh di tempat tropis, peluang ekspor buah matoa ini sangat terbuka lebar ke berbagai negara, terutama negara-negara yang tak beriklim tropis.

Salah satu negara yang memiliki permintaan tinggi terhadap buah matoa dan merupakan negara tujuan ekspor buah matoa adalah Thailand.

Bahkan, jasa kirim Mister Exportir saat ini rutin mengirimkan buah matoa ke Thailand dengan volume 300—500 kilogram dalam sekali pengiriman.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa buah matoa dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia ke berbagai negara.

Follow Me:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *