Mau Impor Buah Kurma? Begini Contoh Perhitungan Biaya Impor Kurma!

Mau Impor Buah Kurma? Begini Contoh Perhitungan Biaya Impor Kurma!

Contoh Perhitungan Biaya Impor Kurma – Halo sahabat ekspor, tidak terasa bulan ramadhan sudah memasuki 10 malam terakhir. bagaimana puasanya? Semoga tetap lancar sampai hari kemenangan tiba ya. Nah kali ini kita akan membahas satu hal yang sangat khas saat bulan puasa tiba. Apa ya kira-kira?


Kurma, dari namanya tentu kita udah ga asing lagi ya. salah satu panganan takjil yang sangat digemari oleh orang indonesia ini ternyata punya perjalanan panjang sebelum dapat dinikmati oleh kita semua sebagai santapan untuk berbuka. Karena mayoritas kurma yang kita nikmati berasal dari timur tengah tentu banyak proses serta biaya yang harus dilunasi sebelum masuk ke daerah indonesia. Apa saja kira-kira biaya nya? Simak artikel berikut ya.

KURMA DAN TIMUR TENGAH

Khajoor yang dalam bahasa arab berarti kurma adalah salah satu buah tertua yang dikonsumsi oleh manusia. Diperkirakan kurma sudah ditanam dan dikonsumsi oleh masyarakat timur tengah sejak 5000-6000 SM. Kurma, yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menjadi makanan pembuka saat buka puasa juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, diantaranya seperti mengandung banyak zat besi serta memiliki kandungan gizi yang lengkap.


Kurma tumbuh subur di wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan cukup rendah dikarenakan memiliki akar-akar yang kuat. Negara-negara seperti Mesir, Iran, dan Arab saudi adalah pennghasil kurma terbesar di dunia. Diperkirakan rata-rata pertahun nya dapat menghasilkan satu juta ton. Tentu jumlah produksi tersebut akan diekspor ke seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia.

 

 

KEADAAN EKSPOR DAN IMPOR KURMA

Perkebunan kurma saat ini tidakhanya berada di daerah timur tengah saja, sudah banyak negara-negara yang mulai membudidayakan kurma. Indonesia adalah salah satu contoh negara yang mulai membudidayakan kurma, daerah Aceh dan Pasuruan menjadi daerah yang memiliki kebun kurma terbesar di Indonesia.

keadaan impor kurma
Dengan rata-rata perkebunan kurma di Timur Tengah menghasilkan satu juta ton per tahun nya, ditambah dengan negara-negara lain yang mulai membudidayakan kurma tentu saja kurma menjadi salah satu komoditas perdagangan internasional yang sangat diminati.

Indonesia di sisi lain masih sangat bergantung dengan impor kurma dari negara lain. Menurut BPS (Badan Pusat statistik) impor kurma meningkat 106% dari bulan januari 2019 menuju bulan februari 2019. Pada bulan februari jumlah impor kurma dapat mencapai USD 2,34, sementara bulan januari sebesar USD 1,13 juta. Dengan besarnya arus lalu lintas impor kurma di Indonesia, lantas biaya apa saja yang harus dipertimbangkan agar kurma dapat diperjualbelikan secara legal di Indonesia?

BIAYA UNTUK MENGIMPOR KURMA

Mengimpor kurma termasuk dalam kategori impor untuk dipakai. Salah satu syarat yang harus dimiliki oleh importir adalah NIB (Nomor Induk Berusaha) dan melakukan transaksi agar mendapatkan API (Angka Pengenal Impor). Dengan memiliki NIB, importir telah diakui terregistrasi secara kepabeanan dadn dapat melakukan transaksi impor.

Importir yang telah teregistrasi dapat mengisi PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang dilakukan oleh PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Ekspor). Dalam pengisian PIB beberapa dokumen-dokumen pelengkap yang dibutuhkan seperti Invoice, Bill of Lading, Polis Asuransi, Letter of Credit, Surat Keterangan Asal, dsb.

biaya impor kurma
Pengisian PIB harus dilakukan secara lengkap dan benar, hal tersebut bertujuan agar tarif bea masuk yang dibebankan dapat terakumulasi secara tepat. Dalam praktiknya, tarif bea masuk, pajak dalam rangka impor (PDRI), serta nilai pabean akan menentukan berapa nilai pungutan yang harus dibayarkan.

Baca Juga:  5 Contoh Barang yang Dikenakan Bea Keluar

CONTOH PERHITUNGAN PUNGUTAN IMPOR

transaksi kurma
akan mengimpor kurma dari arab saudi dengan data:

jenis barang: kurma
Harga FOB: USD 200 000. Tidak melampirkan biaya freight dan asuransi.
Bea masuk: 10%
NPDBM: USD 1 = Rp 10 000

Maka biaya yang harus dibayar adalah sebagai berikut:
FOB: 200.000
Freight: 10% x 200.000= 20 000 ( 10% x FOB, jika barang berasal dari Asia non ASEAN)
Insurance 0,5% X 220 000= 1100 (0,5% x FOB + Freight)
CIF (cost, insurance, and freight)= USD 221.100
Nilai pabean: 221 100 x Rp 10 000= Rp 2 211 000 000
BM: 10% x 2 211 000 000= 221.100.000
Nilai impor: 2 211 000 000 + 221.100.000= 2 432 100 000
PPN: 10% x 2 432 100 000= 243.210.000
PPh: 2,5% x 2 432 100 000= 60.802.500
TOTAL PUNGUTAN : 525.112.500 (BM+PPN+PPh)

 

 

 

Nah gimana sahabat ekspor? Apakah sudah mengerti tentang mekanisme impor produk kurma? Semoga artikel kali ini dapat menambah pengetahuan teman-teman semua ya!

Salam ekspor!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat datang di misterexportir.com, kami membuka jasa export untuk produk-produk berkualitas dimana kami bekerjasama dengan UMKM dan supplier pabrik di seluruh indonesia. Kami juga memiliki jasa logistik, undername, custom clearence, dll.

Selain itu, Kami juga memfasilitasi para seller di Indonesia dari segi keuangan/ Finance untuk memudahkan pihak seller dalam aktivitas transaksi jual beli.

Copyright © Misterexportir.com

error: Dont Copy The Content is protected by Copy Right!!